Mohon tunggu...
Tonny Syiariel
Tonny Syiariel Mohon Tunggu... Lainnya - Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Travel Management Consultant, Professional Tour Leader, Founder of ITLA

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Rute-rute Penerbangan Komersial Terpendek di Dunia

1 Maret 2021   10:30 Diperbarui: 23 Mei 2022   22:11 1152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Matt Dearden bersama pesawatnya di Papua. Sumber: bushflyingdiary.com/ mattdearden.co.uk

Tidak selamanya pilihan perjalanan udara hanya dilakukan untuk sebuah rute panjang. Terkadang, untuk sebuah jarak yang hanya beberapa kilometer sekalipun, moda transportasi udara masih memiliki keunggulan dibandingkan transportasi darat maupun laut. Dan di dunia aviasi, kita menemukan beberapa rute pesawat yang begitu pendek. Bukan lagi puluhan kilometer, tapi ada yang hanya sejauh sekitar 2 km. Sulit dipercaya, bukan?

Royal Air Maroc menerbangi rute pendek Tangier-Gibraltar. Sumber: Renato Serra Fonseca/jetphotos.com
Royal Air Maroc menerbangi rute pendek Tangier-Gibraltar. Sumber: Renato Serra Fonseca/jetphotos.com
Sejak penerbangan komersial pertama di dunia oleh St. Petersburg-Tampa Airboat Line pada tahun 1914, teknologi pesawat terbang telah berkembang sangat pesat.

Perjalanan lewat udara pun selalu menjadi pilihan utama, khususnya untuk rute jauh. Sesuatu yang wajar mengingat waktu tempuh akan menjadi sangat lama, jika menggunakan moda transportasi darat maupun laut.

Namun, seperti dirilis OAG (Official Airlines Guide), perusahaan penyedia informasi penerbangan global, maupun situs aviasi lainnya, kini terdapat banyak rute penerbangan komersial yang jarak tempuhnya relatif sangat pendek. Saking pendeknya, mungkin banyak pelancong yang langsung bergumam, "It's just too short to fly!".

Dalam berbagai pengalaman bepergian dengan pesawat udara, penulis sendiri hanya sempat mengikuti beberapa rute pendek di tanah air yang umumnya sekitar 45 menit.

Rute-rute pendek di tanah air yang cukup dikenal, di antaranya, Soekarno Hatta (CGK)-Bandara Radin Inten II Lampung (TKG); Halim Perdana Kusuma Jakarta (HLP)-Husein Sastranegara Bandung (BDO); Ngurah Rai Denpasar (DPS)-Lombok International (LOP), dan lain-lain. Cukup pendek, bukan?

Citilink ATR 72-600 rute HLP-BDO. Sumber: firstmareza.com
Citilink ATR 72-600 rute HLP-BDO. Sumber: firstmareza.com
Pada kenyataannya, rute-rute di atas pun masih termasuk jauh dibandingkan beberapa rute lainnya yang berdurasi di bawah 30 menit! Setidaknya, begitulah yang tersaji di data yang dihimpun dalam "OAG Busiest Route 2020", serta berbagai referensi lainnya. Dan agar supaya status "terpendek" lebih jelas, maka tentunya dibagi dalam berbagai kategori yang berbeda. Baik rute terpendek domestik, antar negara, maupun antar benua.

Nama "Kongo" bisa membingungkan, karena terdapat dua negara di Afrika dengan nama yang sama, yakni Republic of the Congo yang beribukota Brazzaville dan Democratic Republic of the Congo (yang dulunya bernama Zaire) dengan ibukota Kinshasa. Kedua negara ini dipisahkan sungai Kongo, sungai terbesar di Afrika Tengah.

Azky Airlines melayani rute antar dua ibukota terpendek di dunia. Sumber: Asky Airlines/businessinsider.com
Azky Airlines melayani rute antar dua ibukota terpendek di dunia. Sumber: Asky Airlines/businessinsider.com
Menariknya, jarak antara bandara di kedua ibukota, Maya International Airport-Brazzaville (BZV) dan Ndjili International Airport-Kinshasa (FIH), yang hanya 13 mil laut (24 km) dilayani sebuah maskapai bernama Asky Airlines. Rute yang diterbangi inipun didaulat sebagai "Rute Internasional Terpendek di Dunia" dan sekaligus "Rute Antara Dua Ibukota Negara Terpendek di Dunia." 

Sementara itu, untuk "Rute Domestik Terpendek di Dunia" kini berada di jalur antara Petersburg (PSG) dan Wrangell (WRG) di Alaska, sebuah wilayah kepulauan di bagian selatan Alaska. Kedua kota yang terpisah oleh akses darat yang tidak mudah dan juga terpisah laut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun