Selain Gordon Ramsay, sang chef yang sempat memasak omelete rendang, ada satu nama chef populer lainnya yang juga pernah ke Indonesia, yakni Anthony Michael Bourdain.Â
Namun, kisah hidupnya berakhir tragis, sama seperti dua selebritas lainnya di dunia fashion, yakni Alexander McQueen dan Kate Spade. Semuanya berakhir gantung diri. :(
Bagi pecinta perjalanan dan kuliner pasti tidak melupakan gaya kasual Anthony ketika mengeksplor berbagai budaya lokal dan kulinernya di seluruh penjuru dunia. Dalam sebuah kunjungan ke Jakarta, yang fotonya sempat tersebar di mana-mana, Anthony Bourdain terlihat duduk di bangku plastik di sebuah warung makan di kawasan Blok M, Jakarta.
Dalam salah satu episode "Anthony Bourdain: Parts Unknown", Anthony Bourdain memang pernah mengunjungi Jakarta, Garut dan Bali di bulan Juni 2006. Seperti di berbagai episode lainnya, di Jakarta pun dia pernah menikmati masakan Padang termasuk mencicipi rendang. Begitu juga ketika di Garut maupun di Bali, selain aktif mempelajari budaya lokal, juga selalu mencoba makanan lokal. Namun, nasib berkata lain....
Jumat, 8 Juni 2018, dunia kuliner bak disambar petir di siang bolong, tokoh kuliner, penulis buku, jurnalis dan chef kondang Anthony Bourdain meninggal dunia di Hotel Chambard di kota Kaysersberg dekat Colmar, Prancis.Â
Penyebabnya, gantung diri. Hingga kini kematiannya masih meninggalkan sejuta tanya. Apakah profesinya sebagai chef yang harus terus menerus inovatif memberikan tekanan? Nobody knows.Â
Sejatinya, pekerjaan seorang chef memang jauh dari mudah. Selain membutuhkan stamina yang selalu prima untuk 'menguasai' seluruh teritori dapurnya, banyak chef begitu idealis mengejar kesempurnaan dalam sajiannya. Apalagi di resto-resto papan atas berlabel Michelin Star.
Tarif sekali makan di resto Michelin Star terkenal bisa setara gaji sebulan rata-rata UMR di Indonesia. Satu paket 'three course dinner' bisa sekitar Euro 150 - Euro 200 per orang. Sudah mahal, belum tentu kenyang, bonusnya susah tidur lagi. Efek langsung dari resto mahal! Hahaha.
Status Michelin Star tidak berlaku permanen. Kualitas makanan harus selamanya terjaga baik dan konsisten, jika tidak mau kehilangan predikat bergengsi tersebut. Michelin Star Inspector tidak segan merekomendasi untuk menurunkan peringkat resto tersebut, jika ditemukan kualitas makanan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan.