Bersyukur saya diberi kesempatan oleh Kompasiana untuk meliput kegiatan Sahabat Tambang, Mining For Life yang diselenggarakan oleh Indonesian Mining Association (IMA) di Museum Geologi  yang beralamat di Jl.Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung (19/01/2019).
Kegiatan ini diselenggarakan dengan meriah, selain dihadiri pemimpin redaksi dari media nasional seperti Kompas, Metro TV, Media Indonesia serta CNN Indonesia, hadir juga perwakilan dari berbagai perusahaan tambang. Mulai dari Inalum, Amman Mineral, Vale Indonesia, Adaro Mining, Redpath, PT Arutmin Indonesia, Bukit Asam, Antam, PT Indexim Coalindo, Timah, Trakindo, Agincourt Resources dan Pama.
Dalam event ini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan mulai dari pameran foto, video informatif, live music yang diisi oleh Mocca Band hingga pertunjukan stand up comedy sampai jam sebelas malam.Â
Keadaan semakin semarak dan menyenangkan karena sejumlah alat peraga terkait industri pertambangan dipamerkan secara menarik dan dikemas secara interaktif agar pengunjung dapat memahami dengan mudah dunia pertambangan
Opening Ceremony dilakukan sekitar jam satu siang oleh Kepala Badan Geologi, Rudi Suhendar, di halaman depan museum. Dalam sambutannya Rudi Suhendar menyampaikan tentang pentingnya peran museum geologi.
Juga dalam menyambut hari jadi pertambangan dan energi yang jatuh pada tanggal 19 januari, menjadi momen yang tepat untuk mendekatkan dunia pertambangan kepada masyarakat.
Salah satunya adalah dengan membuat even Sahabat Tambang, Mining For Life. Seperti yang selama ini kita dengar dan baca, pertambangan identik dengan perusakan lingkungan.Â
Banyak kegaduhan terjadi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya tambang dalam kehidupan.
Tak jarang isu negatif tentang dunia pertambangan sengaja dihembuskan untuk kepentingan tertentu. Padahal kehidupan kita sehari-hari tak bisa lepas dari hasil tambang.