Ini Alasannya
Kalau di negeri kita, seakrab apapun hubungan persahabatan, panggilan terhadap orang yang lebih tua tetap tidak menyebut nama secara langsung.
Buktinya adalah panggilan: Bapak -Ibu- Opa-Oma ,Om-Tante dan seterusnya. Kalau di kampung halaman kami, Apak jo Mande,Uda dan Uni,maupun Angku.
Tetapi seperti kata peribahasa:"Lain padang lain belalangnya"Â
Lain negeri beda pula adat istiadatnya.
Disini kalau sudah merasa akrab, orang sudah terbiasa memanggil nama. Awalnya, kami merasa risih mendengar teman teman anaknya run memanggil dengan sebutan "Ing", panggilan akrab terhadap Putri kami.
Rasanya nggak sopan banget . Tapi kemudian kami baru tahu bahwa di Australia merupakan hal yang biasa.
Karena itu untuk mencegah hal ini terjadi, sejak awal,putri kami memperkenalkan kami dengan:"Emak dan Engkong" Ternyata bagi orang Australia, panggilan ini dirasa cukup rumit,maka mereka memanggil kami dengan sebutan "Ma" dan "Kong"
Untuk rata rata orang Australia,menyebut nama Tjiptadinata adalah suatu hal yang ruwet. Kalau Roselina dengan mudah dapat mereka ucapkan. Tapi sangat jarang yang dapat menyebut nama saya Tjiptadinata. Seringkali mereka keseleo menyebutkan dengan pronunciation:"Tjaptjai"heheheÂ
Dari mulai anak anak mereka hingga orang tua mereka, hanya tahu nama saya Kong dan nama isteri saya MaÂ
Yang tahu nama kami berdua, hanyalah sahabat sesama orang Indonesia.Â
Dengan cara sangat sederhana ini, kami merasa nyaman dipanggil 'Emak dan Engkong," tanpa harus mendiktekan orang lain, tentang etika dan tatakrama kita sebagai orang Indonesia
Tjiptadinata EffendiÂ
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI