Jangan Buru buru Bilang Hoaks
Australia adalah sebuah benua yang sangat luas,sedangkan total penduduknya,hanya sekitar sebanyak penduduk di DKI . Karena itu tidak mengherankan kekurangan tenaga kerja. Baik pekerja di kebun yang sangat luas,maupun pekerja bangunan . Apalagi saat bangunan lagi "booming" ,banyak yang tertunda ,karena kekurangan tenaga kerja. Disamping kediaman kami,sejak tahun lalu sibuk dengan pembangunan rumah, yang sempat tertunda,karena kekurangan tenaga kerja.,khusunya Pekerja bangunan.Â
Sebagai informasi,gaji tukang bangunan ,jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji Insinyur yang duduk dengan stelan jas dan dasi ,serta berada diruangan full air condition. Yang dibutuhkan adalah orang yang memilki ketrampilan,bukan orang yang menyandang gelar sarjana berlapis lapis. Â Di Australia,amat jarang orang menulis gelar didepan ataupun dibelakang namanya,kecuali dokter medis dan Pengacara.Â
Rata rata gaji pekerja kasar disini berkisar antara 8 hingga 9 ribu dollar perbulan . Saya kutip ,satu baris saja dari sumbernya:
TKI yang bekerja di Australia biasanya mendapatkan gaji sekitar Rp 84.910.259 per bulannya. *sumber: https://gajipokok.com/gaji-tki-di-australia/
Nah,silakan dibandingkan prakiraan gaji rata rata di Australia dengan gaji pada umumnya di Indonesia.Â
Tukang Bangunan dan Tukang Las Pendapatannya Jauh Lebih Besar
Bagi yang memiliki ketrampilan sebagai Tukang Bangunan yang disini lazim disebut :"Brick Layers " ,rata rata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja di mall atau direstoran . Rata rata penghasilan mereka mencapai 9 ribu dollar perbulan. Karena itu,kalau di Indonesia,orang bangga punya suami bertitel Insinyur ,maka di Australia, wanita dengan bangga menyebut :'suami saya Tukang Batu" Rumah dan kendaraan mereka jauh lebih bagus dibandingkan rumah dan kendaraan "orang kantoran" .Saya tahu persis hal ini,karena ada puluhan keponakan kami yang bekerja di Australia,sebagai Cleaning Service dan Tukang Batu,serta Sopir di Pertambangan,walaupun rata rata mereka menyandang gelar sarjanaÂ
sumber: yuk@kerjadiaustralia.com.au