Karena Tidak Akan Mengurangi Apapun Yang Ada Pada Diri Kita
Setiap orang memiliki rasa kebanggaan diri, yang berbeda beda. Bagi yang kaya raya mungkin kebanggaannya adalah pamer foto diri, naik pesawat Jet pribadi  atau menunggang kuda yang harganya senilai sebuah rumah. Tapi di sisi lain ada buruh bangunan yang juga memiliki kebanggaan tersendiri, karena dengan hasil keringatnya sendiri mampu menyekolahkan anak anaknya hingga sarjana .Â
Bahkan orang yang tunanetra juga memiliki kebanggan diri karena mampu menghidupi diri, tanpa harus menadahkan tangan. Saya pernah bertemu dengan seorang wanita muda yang tunanetra sewaktu berada di terminal kereta api. Saya berikan kepadanya selembar uang kertas yang mungkin bermanfaat bagi dirinya.
Tapi dengan sopan ditolaknya, sambil berkata:" Terima kasih Pak, tapi saya tidak bisa menerima pemberian ini walaupun saya tidak bisa melihat saya mampu menghidupi diri sendiri dengan berjualan telur asin. Akhirnya saya ambil 10 butir telur asinnya dan wanita muda ini, sangat senang karena ia mendapatkan uang, bukan karena menadahkan tangan tapi karena  hasil jualan telur asinnya.
Kebanggaan Diri Yang Muncul Ketika Berinteraksi
Kebanggaan diri ini  tidak hanya  bisa saja muncul ketika kita berinteraksi dalam kehidupan nyata, tapi juga terjadi di dunia maya. Berbagai cara dan gaya masing masing orang menampilkan kebanggaan dirinya. Bahkan sejujurnya, mungkin saja hal ini saya lakukan secara sadar atau tanpa sadar. Kebanggaan diri ini bersumber pada berbagai hal. Antara lain:
menampilkan pencapaian diri
menampilkan kesuksesan anak cucu
menyampaikan posisi diriÂ
sukses melalui masa masa sulit
sukses di rantauÂ
dan ada banyak lagi
Tentu saja hal ini merupakan yang sangat wajar,selama dikedepankan dengan cara yang santun dan tidak bersifat meremehkan orang lain. Menerima ,bahkan memberikan ucapan selamat kepada orang lain, tentang keberhasilan atau  pencapaian dirinya, sama sekali tidak akan mengurangi apa yang ada pada kita. Dengan ucapan selamat yang keluar dari lubuk hati ,bisa memberikan kegembiraan pada orang lain,mengapa tidak?
Yang Paling Sulit Bagi Kita
Hal yang paling sulit di komentari adalah bila kelebihan diri atau pencapaian diri disampaikan dengan cara yang vulgar dan menyinggung perasaaan maka kita dihadapkan pada pilihan, memberikan ucapan selamat ,sebagai basa basi atau tidak berkomentar apapun.Â
Tentu saja kita tidak ingin menjadi sosok yang munafik yang memberikan pujian semu padahal dalam hati kita merasa tersinggung. Maka jalan terbaik adalah :"no.comment" Misalnya kalimat :" Kalian tahu nggak,bahwa saya ini  adalah bla bla bla...?!"Â
Kalau berhadapan dengan sosok seperti ini,maka jalan terbaik adalah tidak mengomentari apapun. Karena sosok seperti ini adalah orang yang tidak mau menerima saran, apalagi dikritik. Maka daripada menimbulkan masalah yang tidak ada gunanya jalan terbaik adalah berdiam diri.Â
Disaat saat seperti ini,maka kata kata :"Silent is Gold" sangat tepat dimanfaatkan Biarkanlah orang berbangga atas dirinya karena tidak mengurangi apapun yang ada pada diri kita. Dan bila  penyampaiannya tidak berkenan di hati kita, maka jalan terbaik adalah berdiam diri.
Tjiptadinata Effendi
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI