Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014 - The First Maestro Kompasiana

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Menyikapi Secara Bijak Setiap Pesan WA

14 Oktober 2017   19:09 Diperbarui: 14 Oktober 2017   19:20 1471
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: depositphotos.com

Jangan Biarkan Hidup Kita Menjadi Tawanan Dari Pikiran Sendiri

Belakangan ini seakan mendadak semua orang berubah menjadi ahli kesehatan dan gizi dan rajin memberikan wejangan wejangan,agar jangan begini dan jangan begitu.Belum lagi ditakut takuti dengan berbagai khayalan yang datang entah dari mana.

Pokoknya ,disamping menjadi pintar dalam berpolitik.banyak orang yang secara dadakan menjadi ahli kesehatan

Cobalah periksa isi pesan pada WA grup yang manapun. Isinya adalah :

  • Hindari minum gula.membahayakan jantung
  • Hindari garam,karena berpotensi penyebab hipertensi
  • Hindari makan daging,karena penyebab kanker
  • Hindari makan mie instant,berbahaya merusakkan lambung
  • Hindari makan nasi,karena mengandung glukosa

Rata rata peringatan ini,disertai dengan nama penelitinya Profesor Nanjing atau Profesor di Jepang dan seterusnya

Jangan Menelan Mentah Mentah

Setiap niat baik orang,tentu saja patut diapresiasi dan dicermati. Namun jangan sampai semua peringatan tersebut, ditelan mentah mentah dan dijadikan pedoman dalam hidup kita. 

Bayangkan cobalah makan tanpa garam dan jangan minum gula selama seminggu,maka mungkin setelah seminggu kita harus dilarikan ke Unit Intensive Care. Karena tubuh tidak mampu bertahan.

Begitu juga dengan segala macam peringatan agar jangan begini dan jangan begitu, hendaknya disikapi dengan arif. Karena bilamana semuanya dipercayai, maka secara tanpa sadar,kita sudah menjadi tawanan atas kekuatiran dan kecemasan yang kita ciptakan sendiri.

Hargai Setiap Nasihat,Tapi Disikapi Dengan Bijak

Sudah tidak terhitung kalinya saya mendapatkan nasihat dari banyak orang, Tentu saya patut berterima kasih,karena ada orang yang mau memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri saya. Akan tetapi saya tidak mau menciptkakan penjara bagi diri sendiri.Hanya lantaran menerima begitu saja, semua saran dan nasihat,yang belum tentu kebenarannya.

Umpamanya

  • Aduh, Opa masih minum es teh manis? Janganlah Opa,sudah tua ,jauhkanlah minuman manis
  • Opa, masih menyetir? Aduh, janganlah naik bis saja atau minta cucu yang antarkan
  • Opa dan Oma masih minum kopi? Astaga.. tidak baik untuk kesehatan

Tentu saja sama sekali bukan bermaksud menyepelekan nasihat orang terhadap diri kita,akan tetapi hendaknya kita menerima dengan berlapang dada dan mencermatinya dengan seksama. 

Mana yang patut di terima dan mana yang boleh diabaikan.Karena bilamana semua masukan diterima sebagai sebuah kebenaran dan diterapkan dalam hidup,maka sesungguhnya kita sudah merancang sebuah penjara bagi diri kita sendiri. Hidup penuh dengan rasa kuatir dan cemas berlebihan sungguh merupakan hidup yang jauh dari rasa aman dan damai

Tjiptadinata Effendi

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun