Sahid J.Walk ,megah ,tapi sepi pengunjung /foto tjiptadinata effendi
Jogya Kebanjiran Mall. Mahasiswa Dapatkan Berkat Terselubung
Kemarin saya dan istri ke Jogya ,karena urusan surat menyurat dengan Notaris .Mengapa ke Notaris harus jauh jauh harus ke Jogya? Karena Notaris disana sahabat baik ,yang tidak pernah mengecewakan kami . Selalu menepati janji . Karena kami tiba kepagian,maka dari pada duduk bengong di Bandara, kami rencanakan mau mengisi waktu di Mall,sambil sarapan pagi.
Ada  7 mall. 1. Malioboro Mall 2. Galeria Mall 3. Ambarrukmo Plaza 4. Jogja City Mall 5. Lippo Plaza 6. Sahid J Walk 7. Hartono Mall. Karena dulu kami setiap kali ke Yogya ,menginap di Hotel Sahid,maka kami baru tahu,bahwa hotel tersebut sudah dirombak dan dijadikan mall,dari pak Supir .Maka kami memutuskan ,dari bandara menuju ke Mall Sahid Jogya Walk.
Sementara dalam taksi,Supir yang suka ngobrol,tanpa diminta bercerita panjang lebar,tentang jogya yang kebanjiran mall. Â Kabarnya masih ada lagi beberapa yang akan di bangun. "Sudah kebanjiran mall pak,sehingga kebanyakan sepi. Tapi lumayan untuk orang kecil,ada hiburan gratis. Terutama bagi mahasiswa. ada tempat belajar yang nyaman dan ada free wifi di sana.Silakan ntar bapak dan ibu tengok sendiri di Sahid Jogya Walk " kata Supir taksi menyelaskan kepada kami.
Setibanya kami di lokasi bekas hotel Sahid dulu,memang cukup kagum menengok bangunan raksasa yang tidak kalah besar dan megahnya,dibandingkan mall yang ada di jakarta. Hanya bedanya,kalau hampir setiap mall di jakarta penuh sesak dengan pengunjung,disini tampak sangat lengang dan sepi,
Kami berjalan berkeliling hingga kelantai atas ,masih sepi, Tampak beragam makanan yang  ada disana,tapi sepi pengunjung. Kami duduk di salah satu restoran . Memesan dua porsi nasi goreng seafood dan teh es manis. Mencoba menengok sekeliling,tanpak meja meja di isi oleh mahasiswa ,yang dengan santai membentang laptop dan buku buku pelajaran, Ada yang duduk bersila,angkat kaki dan berbagai pose,persis seperti dirumah sendiri.
Dan apa yang dikatakan Ratih,memang benar, untuk seporsi nasi goreng seafood,yang cukup enak,harganya cuma 15 ribu rupiah. Kami makan nasi goreng di hotel bisa kena 75 ribu dan rasa masakannya juga amburadul . kalau ini,harga murah meriah ,namun rasanya enak.
Masih menurut Ratih yang suka bercerita, sambil menemani kami menikmati nasi goreng buatannya,sejak Mall menyediakan Free Wifi,Warnet jadi sepi. Karena Mahasiswa memilih ke mall, cuma bermodalakan segelas air jeruk atau teh manis,mereka sudah dapat main internet sepanjang hari. Pemandangan lepas bebas,sangat berbeda dengan duduk di warnet yang sempit dan sumpek. Disamping Mall ini kan ada Universitas Atma jaya Om," kata Ratih menutup pembicaraannya,karena ada tamu yang datang berbelanja.
Kalau ke Mall Indonesia ,Anggrek Mall ataupun Mall Kelapa Gading, hal yang seperti itu,tidak mungkin dapat dilakukan. Disamping harga makanan dan minuman selangit,juga pengunjung sangat ramai, sehingga tidak ada waktu untuk dapat duduk sambil berleha leha.Apalagi sambil membuat PR bersama teman teman, jadi beruntunglah para mahasiswa di Jogya,ada mall yang dapat dijadikan ruang belajar bersama teman teman ,dengan fasiltas free wifi
catatan ;semua foto adalah dokumentasi pribadi tjiptadinata effendi
Tjiptadinata Effendi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H