Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Berawal Cuma Memandang...

3 Mei 2016   14:29 Diperbarui: 3 Mei 2016   18:54 403
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik


Berawal Cuma Memandang, Tapi Akhirnya Terjadilah Yang Tidak Seharusnya

Berawal Cuma kebetulan lewat di Mall untuk jalan jalan dan makan angin. Kata anak anak zaman kini, Cuma window shopping doing. Namun dari balik etalase  yang bening, tampak yang cantik dan menarik , Dan seakan ada kekuatan hipnotis yang tak mampu diatasi, maka langkah kaki mulai mendekat. 

Hanya untuk memandang keelokan yang ditampilkan. Padahal dirumah sudah punya, namun hasrat hati untuk memiliki lagi, akhrinya menyebabkan tangan bergerak dan merogo sesuatu dikantung , Dompet di ambil  dan terjadilah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.  Utang kartu kredit yang sudah tumpang tindih, bertambah lagi …

Beginilah cara orang menjerat diri  sendri dalam belenggu utang yang selalu terulang lagi dan lagi. Akibatnya jangankan memenuhi target diri untuk menabung untuk masa depan dan anak anak

Ritual Klise Yang Diputar Ulang Berkali Kali

Kejadian diatas sudah menjadi rahasia umum. Bahwa penyebab rontoknya ekonomi keluarga,bukan karena tiba tiba ada pengeluaran besar, tapi justru berawal dari niat awal:” Cuma pingin window shopping” . Namun berakibat ,dompet keluar dan uang tidak cukup, akhirnya kartu kredit di gosok. Mudah dan gampang amat menggunakannya.namun menuai brantaknya rencana untuk menabung demi masa depan. Tepatlah seperti apa kata pepatah:” Orang tersandung,bukan karena pada  batu besar, tetapi karena batu krekel.”

Dan anehnya, walaupun sesudah tiba dirumah,ada rasa penyesalan,karena sudah membeli pakaian, tas,sepatu ,kopor   dan sebagainya,Karena sesungguhnya dalam lemari pakaian masih banyak yang belum disentuh . Dan pada rak sepatu masih ada setengah lusin sepatu yang tidak pernah dimanfatkan,namun dalam waktu yang tidak terlalu lama, ritual kambuhan ini terulang lagi dan lagi……..

Cara Efektif  Memaksa Diri Untuk Menabung

Ada banyak jalan menuju ke Roma. Begitu juga ada banyak cara dan kiat kiat untuk memaksa diri menabung.  Salah satunya adalah dengan membeli rumah secara kredit dalam jangka panjang. Seperti yang kami terapkan dalam hidup kami.

Membeli apartement di Kemayoran, yang ukurannya 100 meter persegi,, di Mediterania Lagoon Apartement. Dicicil selama 5 tahun.  Akibatnya, kami harus memaksa diri ,bekerja sama untuk dapat membayar cicilan setiap bulannya. Memang pada awalnya terasa amat sangat berat.

  1. Kami harus menghentikan kebiasaan setiap malam minggu makan direstoran.
  2. Mengganti dengan hanya sekali sebulan dan itupun hanya dirumah makan Padang.
  3. Tidak membeli pakaian, sepatu atau apapun, karena semua sudah ada dirumah.
  4. Mengurangi  jalan jalan keluar kota,  kecuali ada tugas mengajar.
  5. Tidak mengganti kendaraan selama 5 tahun.

Akhirnya  5 tahun berlalu dan apartement jadi milik kami.

Langkah Berikutnya

  1. Kami mulai memaksa diri untuk membeli satu lagi apartement yang lebih kecil
  2. Juga dengan system cicilan
  3. Lama kelamaan, kami sudah terbiasa untuk hidup hemat
  4. Dan apartement keduapun jadi milik kami

Hanya Contoh 

Tulisan ini hanyalah sebuah contoh dari kehidupan yang kami lalui dengan selamat. Tentu saja ada banyak lagi yang dapat dijadikan  investasi untuk memaksa diri menabung, Dibelakang hari, karena kami sudah pensiun ,tidak mungkin lagi mendapatkan penghasilan yang rutin, maka kami ganti dengan cara membeli emas murni, sesuai dengan kemampuan.

Bagi yang tinggal di kampung ,mungkin dapat disesuaikan dengan investasi di perkebunan dan lainnya.

Hindari beli emas dalam bentuk hiasan, karena ketika dijual,maka ada pemotongan harga yang sangat besar. Belakangan ,ketika salah satu apartement kami jual dengan keuntungan lebih dari 100 persen, uangnya sama sekali tidak kami belanjakan ,melainkan kami depositokan di bank.

Hindari Bank Yang menawarkan  Bunga Tinggi

Hindari menabung ataupun deposio dibank yang menawarkan bunga tinggi. Karena bila terjadi sesuatu, maka uang kita tidak akan diganti oleh LPS

  1. Jangan pernah tergiur oleh arissan emas, property atau apapun namanya
  2. Hindari permainan valas,karena itu adalah gambling terselubung.
  3. Jangan beli apapun, bila tidak sangat dibutuhkan
  4. Jangan lupa,menabung bukan hanya untuk masa depan anak’’
  5. Tapi juga menabung untuk hari tua kita,

Semoga bermanfaat’

Tjiptadinata Effendi/3 mei,2016

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun