Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014 - The First Maestro Kompasiana

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta yang Sebaiknya di Hindari

30 Juli 2014   02:46 Diperbarui: 18 Juni 2015   04:54 242
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_335614" align="alignleft" width="640" caption="berwisata dialam bebas, sungguh merupakan refreshing bagi diri kita/doc.pri"][/caption]

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, serta Tempat yang Jangan di Kunjungi, ketika berada diluar negeri. Hari ini mungkin kita belum keluar negeri. Namun bila ada niat, suatu waktu kita akan berada disana.

Minimal dengan membaca tip-tips ini, Pembaca sudah mencatat dalam hati, agar menjadi pedoman dalam menjalani masa libur dinegeri orang, bila suatu waktu berkunjung keluar negeri, Ada hal hal yang perlu diperhatikan ,agar jangan secara asal asalan ikut wisata yang tidak ada manfaatnya, serta menghamburkan dana dalam jumlah yang cukup besar.

Pertama kali kami keluar negeri, maka sebagai orang yang baru pertama kalinya menjejakkan kaki negeri lain, rasanya semuanya mau diborong. Semua atraksi atau tawaran wisata, tak satupun yang kami biarkan berlalu, tanpa kami kunjungi. Begitu antusiasnya. hingga kami usahakan keluar hotel sepagi mungkin dan baru kembali setelah larut malam.

[caption id="attachment_335611" align="aligncenter" width="512" caption="berwisata dialam bebas, terasa jauh bermanfaat ,ketimbang wisata ditoko souvenir doc.pri"]

1406636940295547240
1406636940295547240
[/caption]

Belajar dari Pengalaman Hidup

Seiring dengan semakin seringnya kami berpergian, maka selangkah demi selangkah, kami baru memahami. Bahwa selama ini kami banyak menghamburkan uang dan waktu, untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, ketika berada diluar negeri.

Sebaiknya di Hindari:


  • Tempat tempat yang memungut biaya masuk yang tinggi
  • Tempat yang  berkedok wisata,  sesungguhnya hanya toko souvenir terselubung
  • Lokasi yang menawarkan barang murah,namun untuk tarif parkir selangi
  • Lokasi  menawarkan kebun binatang,tapi hanya sarana  menjual foto foto
  • Lokasi yang berjarak jauh, namun tidak jelas apa yang akan dilihat disana.
  • Daerah wisata,yang tidak ada penjelasan rincinya.
  • Tempat berenang dilaut/berselancar ,yang tidak ada lifeguardnya.


[caption id="attachment_335621" align="aligncenter" width="490" caption="mengunjungi candi bersejarah/monumen/menambah pengetahuna/doc,pri"]

14066398231231497587
14066398231231497587
[/caption]


Bermanfaat untuk di Kunjungi



  • Daerah wisata tanpa admission fee (tanpa karcis masuk)Wisata alam terbuka/taman /kebun buah/bunga
  • Wisata laut /fishing/ kapal//feri
  • Wisata petualangan/arum jeram/mendaki gunung
  • Wisata bebas parkir /bebas jepret menjepret.
  • wisata museum benda bersejarah
  • Wisata/taman yang menyediakan fasilitas gratis/ tungku/bangku /mainan anak anak

Pengalaman Pribadi

Kami mengunjungi Taman Satwa Liar di Curumbin /Gold Coast.

Karcis masuk kami harus mengeluarkan dana ....... $.168.-

Untuk foto dengan Koala bayar 4x $.45= .........$.180.-

Belum termasuk makan siang/souvenir dll

Kami berempat menghabiskan waktu hampir seharian, tapi yang dilihat hanya Kangguru dan hewan lainnya yang berada di dalam kandang. Hasil yang kami bawa pulang hanyalah 4 lembar foto bersama Koala.Tidak terasa ada refreshing atau penyegaran setelah kunjungan ini.Sebaliknya kami sudah "membuang uang " dalam jumlah yang cukup besar.

[caption id="attachment_335618" align="aligncenter" width="614" caption="tiket masuk gratis.hanya kalau mau menyumbang ala kadarnya.doc.pri"]

14066376951889493412
14066376951889493412
[/caption]

Wisata Alam Gratis

Hal ini amat berbeda, ketika kami mengunjungi daerah wisata pantai dan alam, yang bukan taman nasional,namun tidak kurang indah dan menarik. Disamping itu tidak ada admission fee atau karcis masuk. Boleh jeprat jepret semaunya, tanpa harus membayar apapun. Bahkan dengan makan siang yang lezat, kami berempat hanya mengeluarkan dana sebesar $.65 dengan foto foto dalam berbagai pose.

Selesai menikmati pemandangan yang indah di pantai dan mendaki bukit atau duduk santai dibawah tenda ,sambil menikmati masing masing secangkir kopi hangat dan roti bakar ,terasa memberikan kelegaan dan kedamaian. Segala rasa cape dan beban beban pikiran, bagaikan tersapu bersih oleh pemandangan alam yang memukau.

Catatan:

Pengalaman kecil ini mungkin bermanfaat bagi pembaca yang merencanakan suatu waktu akan berpergian keluar negeri. Setidaknya sudah singgah dan terekam dalam memory, tentang apa yang patut dikunjungi dan apa yang sebaiknya tidak dikunjungi,karena hanya akan menghamburkan dana ,untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat bagi diri kita.Untuk melakukan pengecekan. tinggal klik ke google. Kalau tidak ada dicantumkan. berarti hanya daerah wisata kecil yang tidak terkenal

Mount Saint Thomas, 29 Juli, 2014

Tjiptadinata Effendi

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun