Program ini juga disambut baik oleh masyarakat Indonesia khususnya para aktivis lingkungan. Ini berkaitan dengan kasus matinya paus sperma di Wakatobi baru-baru ini. Di tubuh paus sperma tersebut ditemukan hampir 6 kg sampah plastik, mulai dari botol plastik, kantong plastik, sedotan, hingga sandal jepit.
Tidak hanya hewan di lautan, sampah plastik ternyata juga dikonsumsi oleh hewan darat. Tidak lama setelah kematian paus sperma, seekor kambing di Kepulauan Seribu juga ditemukan mati dan ditemukan sejumlah sampah plastik di dalam tubuhnya.
Kasus-kasus ini tentu memicu kemarahan para aktivis lingkungan dan masyarakat. Mereka semakin menyadari bahayanya sampah plastik. Apalagi sudah ditemukan juga mikroplastik di beberapa sampel AMDK.
Sementara itu di Provinsi Yogyakarta, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta, jumlah sampah mencapai 240 ton per harinya. Besarnya jumlah sampah di Kota Yogyakarta bisa saja semakin bertambah disebabkan oleh pembangunan kafe-kafe yang cukup pesat.
Kafe-kafe berpotensi menyumbang beragam sampah, mulai dari sampah sisa makanan hingga sampah sedotan. Tentunya sampah plastik juga menjadi masalah serius di Kota Yogyakarta.
Untuk mendukung program Pemerintah menjadikan Indonesia bebas plastik, Pemerintah Kota Yogyakarta membuat beberapa program untuk di berlakukan. Salah satunya yaitu mengajak masyarakat Yogyakarta untuk mengurangi konsumsi AMDK dan menggantinya dengan penggunaan tumbler atau botol minum.
Selanjutnya Pemkot Yogyakarta juga meningkatkan kesadaran masyarat untuk melakukan gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) untuk sampah plastik. Program ini tentu bagus selain untuk meminimalisir jumlah sampah plastik, juga untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Yogyakarta.
Kegiatan daur ulang sampah plastik ini dilakukan dengan bekerjasama dengan bank-bank sampah yang hingga kini sudah ada ratusan jumlahnya di seluruh Yogyakarta.
Dengan program kerja ini, terlihat keinginan kuat dari beliau untuk memerangi isu lingkungan hidup, terutama isu sampah plastik. Dengan status beliau yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA), tentunya memiliki kapabilitas untuk mencanangkan program-program jitu terkait lingkungan hidup.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H