Mohon tunggu...
Sony Kusumo
Sony Kusumo Mohon Tunggu... Insinyur - Menuju Indonesia Surplus

Sony Kusumo merupakan pengusaha yang peduli dengan kemajuan bangsa Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Awal Penyebaran Islam di Bumi Nusantara

11 Juli 2019   08:32 Diperbarui: 30 Juni 2021   09:27 1756
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Awal Penyebaran Islam di Bumi Nusantara (dokpri)

Awal Mula

Ketika Kerajaan Majapahit berkuasa di Bumi Nusantara datanglah seorang musafir asal Champa (China Selatan). Pria itu bernama Maulana Malik Ibrahim atau yang akhirnya dikenal dengan gelar Sunan Gresik.

Kala itu tepatnya pada tahun 801 H/ 1329 M  dirinya datang ke nusantara untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Perlahan dirinya merangkul masyarakat beragama Hindu yang  tersisihkan oleh kerajaan.

Sunan Gresik merupakan tokoh pertama yang menyebarkan agama Islam di Indonesia atau merupakan wali senior di antara para walisongo yang lainnya. Kehadirannya membuat agama Islam mudah diterima oleh masyarakat.

Setelah Sunan Gresik ada lagi musafir yang datang dari Champa untuk menyebarkan Islam, beliau adalah Raden Rahmat. Tokoh yang bergelar Sunan Ampel ini memiliki nama asli Bong Swie Ho.

Cerita sejarah itu berdasarkan tulisan dari Profesor Slamet Mulyana dituangkan dalam buku berjudul "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara".

Sebuah buku yang dilarang terbit pada tahun 1968 karena dianggap isinya terlalu sensitif.

Gelar Sunan

Apa yang disampaikan oleh Profesor Slamet Mulyana itu juga diperkuat dari istilah gelar Sunan yang berasal Dari dialek bahasa China. Asal usul gelar Sunan berasal dari dialek Hokkian "Su" dan "Nan".

"Su" merupakan kependekan dari kata "Suhu atau Saihu" yang berarti guru. Para Walisongo dianggap sebagai guru oleh warga karena telah mengajarkan mereka agama Islam.

Sementara itu "Nan" memiliki arti selatan. Ada apa dengan selatan? Champa yang menjadi kota asal para Walisongo merupakan sebuah daerah yang berada di selatan dari Negeri Tiongkok.

Jaman itu memang Champa banyak warganya yang menganut agama Islam. Namun pergantian dari Kekaisaran Dinasti Ming dan hancurnya Kesultanan Champa oleh Vietnam pada 1471 membuat muslim Tionghoa kian sedikit.

Peran Sejarah

Sejarah jangan sampai di lupakan, kita Indonesia bersyukur dengan kehadirian para Walisongo yang sudah membawa kebaikan Dan memperkaya kebudayaan kepada masyarakat nusantara.

Para Walisongo melakukan dakwah tanpa melupakan kebudayaan yang sudah ada di masyarakat. Seperti misalnya toleransi yang dilakukan oleh Sunan Kudus, Ca Tek Su dengan melarang pengikutinya menyembelih sapi karena dianggap hewan suci.

Ada pula kisah Sunan Gunung Jati, Tu An Po, yang membuat jalinan antara Cirebon dan China kian erat melalui ajaran Islam. Serta mengenalkan akupuntur, sebuah seni kesehatan asli Tionghoa.

Sungguh indah kedamaian yang terjalin meski adanya perbedaan keyakinan.

Oleh : Sony Kusumo

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun