apabila suhu tubuh diatas angka 38 derajat maka akan segara dilakukan rapid test di puskesmas yang berada di Kecamatan, jika setelah di tes tergolong reaktif maka akan segera dilakukan tes swab, dan dikarantina selama 14 hari di tempat yang telah disediakan yaitu di belakang gedung serba guna Kabupaten Sintang.
Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan selama ini kepada para pendatang, tidak ada menunjukkan adanya tanda-tanda covid-19 dan sampai saat ini desa Buluh Kuning dapat dikatakan masyarakat nya tidak ada yang terpapar virus ini.
Namun, masyarakat tetap di himbau waspada dan berhati-hati serta menghindari kerumunan agar penyebaran covid-19 tidak terjadi.
Penjagaan posko Covid-19 dilakukan secara bergantian yaitu shift pagi pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB, sedangkan shift sore dilakukan pada pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Dalam satu shift penjagaan posko covid-19 dijaga oleh 5 orang yang berasal dari perangkat desa, RT maupun RW.
Saat ini pemerintah desa sangat tegas dalam menyikapi pandemic ini dan untuk menjaga kenyamanan serta keamanan masyarakat, pemerintah desa melarang warga nya yang saat ini sedang berada di luar daerah untuk kembali ke desa Buluh Kuning, apalagi yang berasal daerah zona merah,
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 masuk ke desa ini, oleh sebab itu, warga yang berada diluar desa ini tidak bisa melakukan mudik lebaran (pulang kampung) seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Seperti yang telah disebutkan diatas, masyarakat di desa Buluh Kuning tidak ada yang terpapar atau menunjukkan gejala-gejala covid-19, adapun kematian yang disebabkan karena penyakit yang diderita atau sudah lanjut usia.
Namun, jikalau ada kematian akibat terkena virus ini maka akan dilakukan pemakaman seperti yang dianjurkan yaitu dengan menggunakan seragam lengkap (APD).
Untuk mencegah penyebaran covid-19, masyarakat dihimbau untuk melakukan jaga jarak dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan ketika kembali kerumah, serta tidak berada pada kerumunan orang banyak.
Selama pandemi ini, masyarakat masih belum mempraktikan semua himbauan yang diberikan salah satunya ialah ketika keluar rumah tidak menggunakan masker, namun untuk kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang sudah mulai berkurang.