Mohon tunggu...
T.H. Salengke
T.H. Salengke Mohon Tunggu... Petani - Pecinta aksara

Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pengalaman Meminjamkan Uang kepada Orang Tidak Saya Kenal

9 Juli 2020   11:26 Diperbarui: 16 September 2021   16:16 764
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Urusan pinjam meminjam uang itu tidak gampang. Gampang meminjamnya, tetapi sulit mengembalikannya. Lebih parahnya banyak orang yang pinjam uang malah pura-pura lupa atau justeru marah-marah bila diminta membayar hutangnya."

SEPULUH tahun silam, saya menerima pesan singkat (SMS) dari seorang yang saya tidak kenal sama sekali. Dia juga hanya kenal saya dari temannya yang sering berurusan ke tempat saya bekerja di sebuah kota yang disebut "Ujung Selatan Benua Asia". Intinya dia sangat memerlukan uang dan temannya menyarankan meminjam kepada saya.

Isi sms yang masuk cukup singkat. Hanya memperkenalkan diri, menyampaikan maksud, dan memberikan jaminan bahwa dia dapat dipercaya akan menepati janji untuk melunasi hutang tepat waktu.

Saya penasaran dan ingin mengujinya. Tanpa pikir panjang saya langsung menjawab "iya." Dia pinjam uang lewat sms dan saya menjawabnya lewat sms juga. Akhirnya sejumlah uang yang setara dengan 3.5 juta rupiah saya titip lewat temannya yang kebetulan hari itu datang ke kantor. 

***

Logikanya memang tidak mungkin kita berani meminjamkan uang kepada orang yang sama sekali tidak kita  kenal  baik. Maklum orang yang kita kenal dekat saja cenderung mengelak dan bahkan mangkir dari hutang.

Sering sekali terdengar cerita bagaimana sulitnya menagih hutang, bahkan sering terjadi konflik dan berujung tragis menghabisi nyawa orang yang pernah berjasa kepadanya hanya karena tidak suka ditagih-tagih terus.

***

Kembali ke pokok cerita, menjelang waktu yang dijanjikan melunaskan hutang, kebetulan sekali saya ada kegiatan sosial keagamaan di tempat orang yang pernah pinjam uang tersebut. Di selah-selah acara, saya kaget dengan seorang perempuan mendekati saya dan memperkenalkan diri bahwa dialah orang yang pernah pinjam uang lewat sms beberapa bulan yang lalu. Dia menemui saya karena bermaksud untuk melunasi hutangnya.

Saya jadi kagum dengan kejujuran orang yang kalau mangkir pun saya tidak bisa kejar karena saya tidak punya jaminan KTP atau alamat rumah di Indonesia untuk ditagih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun