Kususuri kota dingin syahdu
Mencoba temukan wajah manismu
Disudut hati yang telah terbelenggu
Sebelum kau pergi meninggalkanku
Senja berlari tinggalkan waktu
Tersisa kenangan indah tentangmu
Tak jemu kurangkai di diari hidupku
Terlukis indah dalam larik aksaraku
Alun anginpun memilin kelambu
Tersampir rapi dalam ingatanku
Saat kita duduk berdua di bangku
Di sudut ruang hati relung jiwaku
Purnama benderang menerangiku
Menapaki langkah habiskan waktu
Tuk menghantar setangkai bayangmu
Yang terus menguntit mengikutiku
Kutitip rindu di teduhnya sinar matamu
Hingga merasuki cakrawala hatimu
Kita berjumpa di relung suci jiwamu
Menebar pukat rindu dalam pelukanmu
Dirimu bagai misteri tak terselami
Begitu jauh dan sulit untuk dipahami
Membangun puri dari puing rahim ilusi
Sajikan secangkir kopi cinta sejati
Dalam angan semerbak pesonamu
Untaian harap kau tawarkan padaku
Menjanjikan kedamaian di relung hatiku
Kau tebar pukat rindu usir sepinya hatiku
Pangkalpinang, 25 Oktober 2022
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI