Mohon tunggu...
Anjas Permata
Anjas Permata Mohon Tunggu... Konsultan - Master Hypnotist

Trainer Hypnosis, Master Hypnotist, Professional Executive, Founder Rumah Hipnoterapi, Founder Mind Power Master Institute, Ketua DPD Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI)

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Simak! Langkah-langkah Efektif Mendukung Net Zero Emissions

24 Oktober 2021   18:41 Diperbarui: 24 Oktober 2021   18:42 336
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.euractiv.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/shutterstock_308558309-800x450.jpg

Tak bisa dipungkiri bahwa Pemanasan Global (Global Warming) merupakan masalah serius yang dihadapi dunia saat ini.

Meningkatnya suhu rata-rata di atmosfer, laut dan daratan bumi mengakibatkan timbulnya perubahan iklim yang sangat ekstrem. Jika kita perhatikan beberapa tahun ini, bencana alam seperti banjir, badai, gelombang panas, tanah longsor, dan kekeringan sangat sering terjadi.

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa naiknya suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.

Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas yang terperangkap di atmosfer bumi dan menimbulkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut dapat menangkap panas yang dilepaskan bumi kemudian memantulkannya kembali. 

https://dlhk.jogjaprov.go.id/storage/images/Ilustrasi%20Efek%20Rumah%20Kaca.jpg
https://dlhk.jogjaprov.go.id/storage/images/Ilustrasi%20Efek%20Rumah%20Kaca.jpg

Sinar matahari yang sampai ke bumi telah disaring terlebih dahulu oleh atmosfer. Sehingga sinar matahari tersebut tidak lagi mengandung radiasi yang membahayakan bagi makhluk hidup dan ekosistem di bumi.

Sebagian sinar matahari diserap untuk mendukung siklus kehidupan. Sebagian lagi dilepaskan dan terperangkap di atmosfer. 

Gas Rumah Kaca terdiri atas gas-gas emisi seperti Karbondioksida (CO2), Nitrogendioksida (N2O), Metana (CH4) dan Freon (SF6, HFC dan PFC). Secara alamiah, gas emisi dihasilkan oleh aktivitas manusia sehari-hari. Namun sejak munculnya revolusi industri secara masif sekitar abad ke-18, jumlah emisi yang dihasilkan manusia naik signifikan.

Hal itu lebih disebabkan oleh banyak ditemukannya mesin industri, peralatan rumah tangga serta kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil. Pemanfaatan berbagai penemuan tersebut berbanding lurus dengan jumah pemakaian energi oleh seluruh umat manusia.

Pemakaian energi di dunia akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Kondisi ini membuat jumlah gas emisi yang terbang dan tinggal di atmosfer semakin besar dan membuat Gas Rumah Kaca jadi semakin tebal.

https://ichef.bbci.co.uk/news/640/cpsprodpb/95D1/production/_109735383_chimney.jpg
https://ichef.bbci.co.uk/news/640/cpsprodpb/95D1/production/_109735383_chimney.jpg

Sebelum adanya revolusi industri, aktivitas manusia rata-rata hanya menghasilkan gas emisi kurang dari 1 Gigaton, tepatnya 865 megaton per tahun. Namun sekarang jumlah gas emisi terus meningkat setiap tahun dan menyebabkan pemanasan global.

Jika kondisi ini terus-menerus dibiarkan, maka dunia akan menghadapi masalah perubahan iklim yang sangat serius. Sekarang saja mungkin kita sudah bisa merasakan dampaknya. 

Siklus pergantian cuaca yang mulai tidak bisa diprediksi, tingginya curah hujan hingga bermacam bencana alam yang terus terjadi di berbagai belahan dunia merupakan sederet contoh dampak pemanasan global.

Diperlukan satu gerakan dunia untuk mengatasi pemanasan global. Artinya sebuah upaya yang bersifat menyeluruh, aktif, inovatif terukur dan komprehensif yang dilakukan oleh semua penduduk bumi.

Net Zero Emissions (NZE) lahir untuk menjawab upaya menyeimbangkan gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer dengan cara mengurangi produksi gas emisi yang dilepaskan dari bumi.

Istilah Net-Zero Emissions sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2008, program ini semakin populer pada saat diadakan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2015 di Le Bourget, Paris, Perancis.

Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan diantara semua negara anggota yang dikenal dengan Paris Agreement 2015. Adapun isi poin utama Paris Agreement antara lain:

  1. Melakukan upaya Mitigasi dalam rangka mengurangi emisi dengan cepat untuk menjaga ambang batas kenaikan suhu bumi dibawah 2°C dan diupayakan menekan hingga dibawah 1.5°C.
  2. Menciptakan sistem perhitungan karbon secara tepat dan transparan.
  3. Memperkuat kemampuan negara-negara anggota untuk beradaptasi mengatasi dampak perubahan iklim.
  4. Memperkuat kemampuan negara-negara anggota dalam upaya pemulihan dampak perubahan iklim; dan
  5. Memberikan bantuan, termasuk pendanaan kepada negara-negara anggota untuk menciptakan ekonomi hijau berkelanjutan.

Indonesia sebagai salah satu negara peserta Paris Agreement 2015 telah menunjukkan keseriusannya dengan cara meratifikasi Paris Agreement yang tertuang dalam Undang-Undang No 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change.

Selain itu, saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga telah memproyeksikan pencapaian Net Zero Emissions pada tahun 2070 mendatang.

Skenario ambisius tersebut didasarkan pada progres upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menekan jumlah emisi diantaranya dengan penyediaan listrik melalui pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), penerapan efisiensi energi, penggunaan bahan bakar nabati, konservasi alam, adaptasi sektor kelautan, kehutanan dan pertanian serta upaya lainnya yang terus digalakkan.

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa Net Zero Emissions ini merupakan gerakan masyarakat dunia. Dengan kata lain NZE bukan cuma tanggung jawab PBB, bukan pula tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan juga tanggung jawab kita sebagai bagian dari anggota masyarakat dunia.

Oleh karena itu, mari kita dukung Net Zero Emissions dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Berikut langkah-langkah efektif untuk mendukung Net Zero Emissions.

Menumbuhkan Kesadaran (Growth)

https://asset.kompas.com/crops/BQI1yw1_ngi7_5vrJJfiNY1aGf8=/69x0:920x567/750x500/data/photo/2019/11/01/5dbc49c284129.jpg
https://asset.kompas.com/crops/BQI1yw1_ngi7_5vrJJfiNY1aGf8=/69x0:920x567/750x500/data/photo/2019/11/01/5dbc49c284129.jpg

Langkah pertama ialah menumbuhkan kesadaran kita akan pentingnya mengurangi gas emisi. Tanpa disadari berbagai aktivitas yang kita jalankan sehari-hari ternyata menghasilkan jumlah gas emisi yang tidak sedikit. 

Penggunaan alat-alat elektronik, pemakaian kendaraan bermotor, aktivitas belanja makanan dan pakaian serta jumlah sampah yang kita buang merupakan contoh aktivitas harian yang bisa menghasilkan gas emisi. 

Apabila kita tidak mulai sadar untuk melakukan kontrol dan/atau mengurangi produksi gas emisi, maka kita bisa menjadi penyebab efek buruk Gas Rumah Kaca (GRK).

  • Efek Jangka Pendek GRK yakni kenaikan suhu harian dimana bumi akan semakin panas, sinar ultraviolet yang terpancar ke bumi menjadi semakin besar, serta pelepasan CO2 ke atmosfer yang semakin banyak.
  • Efek Jangka Panjang GRK yaitu membuat lapizan ozon semakin menipis, menyebabkan bencana alam di mana-mana serta perubahan iklim ekstrem.

Apakah kita tega mewariskan bumi yang sakit kepada anak cucu kita? Hmm.. yuk kawan tumbuhkan kesadaran mengurangi gas emisi!

Menetapkan Tujuan (Goals)

https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/0x0:0x0/x/photo/2020/05/30/987031289.jpg
https://assets.pikiran-rakyat.com/crop/0x0:0x0/x/photo/2020/05/30/987031289.jpg

Langkah selanjutnya adalah dengan menetapkan tujuan-tujuan yang terukur dan terarah tentang apa saja yang bisa kita lakukan.

Tujuan ini berguna sebagai pedoman kita dalam upaya mewujudkan NZE. Sebagai contoh, kita bisa menjadi pahlawan emisi dan pejuang bumi dengan melakukan beberapa hal dibawah ini.

  • Mencatat Emisi. Anda bisa manfaatkan aplikasi pencatat emisi untuk mengetahui berapa besar emisi harian yang dihasilkan.
  • Mengurangi Emisi. Setelah tahu jumlah emisi harian, Anda bisa melakukan upaya mengurangi emisi dengan banyak hal misalnya mengurangi penggunaan alat elektronik atau mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
  • Menyerap Emisi. Tujuan ini bisa diwujudkan dengan cara melakukan konservasi dan pelestarian alam. 

Mengubah Perilaku (Change)

Mematikan AC. Sumber: Dokumentasi Pribadi
Mematikan AC. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Langkah ketiga adalah dengan mengubah perilaku. Ada 2 (dua) hal yang bisa kita lakukan. Pertama, berperilaku bijak dengan menghemat energi misalnya mematikan AC dan lampu ketika tidak diperlukan. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, maka bisa sangat berdampak terhadap pengurangan gas emisi harian.

Kedua, melakukan improvisasi pengurangan emisi dengan cara membeli peralatan elektronik yang rendah pemakaian energi listriknya. Improvisasi juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti memasang panel surya sebagai opsi baru untuk sumber energi rumah tangga.

Mengganti Kebiasaan (Shifting)


Langkah keempat adalah dengan mengganti kebiasaan. Beberapa kebiasaan yang bisa diubah untuk mendukung Net Zero Emissions antara lain:

Reduce, Reuse dan Recycle

Reduce artinya membatasi penggunaan barang yang bisa menimbulkan pembuangan sampah. Reduce juga bisa dilakukan dengan inisiatif untuk memakai barang-barang yang mudah terurai dan ramah lingkungan. Misalnya mengurangi penggunaan kertas (Papperless), kita bisa mengganti dengan kertas dengan alternatif digital seperti e-book, email maupun e-recipt

Reuse artinya menggunakan kembali barang yang pernah kita pakai, misalnya kantong belanja dan botol minum.

Recycle artinya memanfaatkan kembali barang bekas, misalnya botol minum kita jadikan pot tanaman, dan lain-lain.

Kantong Belanja. Sumber: Dokumentasi pribadi
Kantong Belanja. Sumber: Dokumentasi pribadi

Penggunaan Alat Transportasi

Melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dapat menghasilkan emisi. Terkadang hal ini sulit untuk dihindari. Namun setidaknya beberapa hal  bisa kita lakukan untuk mengurangi penggunaan transportasi.

  1. Menghindari perjalanan jauh dengan mempertimbangkan segi urgensi keperluan kita. Misalnya, membeli barang di toko dekat rumah.
  2. Mengganti moda transportasi, misalnya dengan bike to work atau berangkat ke kantor dengan bersepeda. Selain bisa mengurangi emisi, kita juga mendapatkan manfaat lain yaitu badan lebih sehat dan bugar.
  3. Membeli kendaraan dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Saat ini sudah ada teknologi kendaraan listrik yang tidak menggunakan bahan bakar fosil. Jika mempunyai dana lebih, maka alternatif kendaraan listrik bisa jadi moda transportasi yang rendah emisi.

No food Waste!

Sampah sisa makanan merupakan salah satu penghasil emisi. Pembusukan sampah sisa makanan akan menghasilkan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan. Gas metana tersebut jika tidak dapat diserap, maka akan terbang dan menjadi Gas Rumah Kaca di atmosfer bumi. Oleh karena itu kita harus bijak dalam mengonsumsi makanan agar tidak banyak yang tersisa.

Menciptakan Kebaikan (Create)

Menanam Pohon. Sumber: Dokumentasi Pribadi
Menanam Pohon. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Langkah terkahir atau langkah kelima untuk mendukung Net Zero Emissions adalah dengan menciptakan kebaikan. Mari kita lengkapi dukungan NZE dengan melakukan berbagai kebaikan, semisal dengan menanam pohon di sekitar rumah. 

Berbagai laporan menyebutkan bahwa satu pohon bisa bermanfaat dalam menyerap emisi sebesar 2,8 kg ton emisi per tahun. Bayangkan jika satu orang mau menanam satu pohon, maka penyerapan emisi bisa lebih optimal dan mengurangi emisi yang terbang ke atmosfer.

Edukasi kepada anak. Sumber: Dokumentasi Pribadi
Edukasi kepada anak. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain itu, kita juga bisa melakukan edukasi kepada orang-orang di sekitar untuk sadar akan pentingnya NZE. Saya percaya Net Zero Emissions ini adalah program atau gerakan jangka panjang. Gas Rumah Kaca yang tinggal di atmosfer tidak akan hilang dalam waktu cepat, oleh sebab itu yang perlu kita lakukan adalah mengurangi gas emisi yang terlepas.

Kita bisa mulai melakukan edukasi kepada lingkaran keluarga seperti anak dan istri untuk turut serta melestarikan alam, menjaga dan merawat bumi. Tujuannya agar kita mampu memberikan warisan bumi yang bersih, bumi yang sehat dan bumi yang indah.

***

Demikian ulasan tentang langkah-langkah efektif mendukung Net Zero Emissions. Semoga bermanfaat. 

Salam Pahlawan Emisi! Salam Pejuang Bumi!

"Menjaga dan merawat bumi adalah tanggung jawab kita bersama" The Architect

-AP-

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun