Buat kamu yang tidak menerapkan etika bersepeda artinya kamu adalah pribadi yang tidak sadar.
1. Tidak sadar pentingnya keselamatan diri sendiri
Masih sering aku jumpai pesepeda yang tidak mengenakan kelengkapan standar keselamatan. Padahal ia ada di jalan raya yang penuh dengan kendaraan-kendaraan besar.
Orang semacam ini tidak patut ditiru karena ia adalah orang yang tidak sadar keselamatan diri.
2. Tidak sadar akan keselamatan orang lain
Tujuan utama bersepeda adalah untuk menjaga kesehatan dan tubuh supaya tetap bugar. Namun bukan berarti boleh dilakukan seenaknya tanpa memperhatikan keselamatan orang lain.
Seorang gowes lovers sejati harusnya taat aturan dan patuh pada rambu-rambu dijalan. Kalau kamu gowes bersama atau klub, maka harus mengatur jarak yang baik agar tidak mengganggu orang lain.
Misalnya dengan mengatur jarak 1- 2 meter dengan teman di depan, kemudian juga bersepeda maksimal berjajar 2 atau kalau tidak memungkinkan karena sempitnya jalan, pakai formasi berbaris satu-satu saja
3. Tidak sadar untuk menjaga ketertiban dan kedisiplinan.
Pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib lalu lintas dapat membahayakan orang atau pengguna jalan lain. Misalnya menerobos traffic light, menerobos pintu perlintasan kereta api padahal sedang ditutup, tidak sesuai jalur bersepeda dan sebagainya.
Semua contoh perilaku diatas sangat tidak layak untuk kita lakukan karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu kawan, mari kita menjadi pesepeda yang beretika!
***
"Sehatkan tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur" The Architect