Ketika membaca, mendengar dan melihat bir langsung saja persepsi warga melekat pada  satu jenis minuman mengandung alkohol.  Bagi umat islam bersebab mengandung cairan yang memabokkan maka dikategorikan sebagai minuman haram.  Namun minuman yang satu ini walaupun menggunakan kosa kata Bir dia di halalkan oleh para penggemar yang sudah paham.
Itulah kisah nyata yang awak alami Kamis, 14/11/2019 melewati tortoar Jalan Raya Bogor didepan Pasar Induk. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri seorang ibu menjual Bir.  Minuman Bir dingin  tersebut di beri nama Bir Pletok.  Tentu saja rasa penasaran ini mengebu  ngebu,  kog berani beraninya jualan Bir di tempat umum apalagi dikawasan mayoritas Umat Islam.
Tanya punya tanya akhirnya rasa penasaran itu terjawab. Â Itulah sebabnya jangan dulu berprasangka buruk. Â Malu bertanya sesat pikiran kata orang sekarang. Bang Taufik asli anak Betawi mengatakan bahwa Bir Pletok itu Halal seratus Persen Halal. Dijamin boleh dinikmati oleh siapa saja. Soal pakai nama BIR tentu ada ceritanya.

Namun setelah melihat efeknya yang kurang baik bagi kesehatan tubuh karena membuat orang menjadi mabuk dan selain itu juga melanggar ajaran agama maka Para Ulama ketika itu menganjurkan meracik minuman sendiri.
Orang-orang Betawi dikenal sebagai Muslim yang ta'at, maka berapa orang Betawi mencoba membuat minuman  yang dapat menghangatkan badan, tetapi tidak menyebabkan efek samping mabuk. Berhubung warna minuman keras Belanda itu sejenis wine berwarna merah maka dibuat sejenis minuman yang juga berwarna merah .Â
Bersebab proses membuat minuman  terdari dari  campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. di tumbuk atau bahasa Betawi pletok maka jadilan dinamai Bir Pletok.  Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.

Bang Taufik mengatakan yang berjualan Bir Pletok adalah saudara sekandung.  Bir Pletok di produksi di kawasan Condet tempat bermukim komunitas Betawi. Bir Pletok di kemas dalam Botol ukuran 500 cc. Dijual Rp.10.000,-perbotol. Warna merah dominant  diletakkan di pinggir jalan dengan spanduk kecil  bertuliskan Dingin Seger, Nikmat Mantep Halal.
Rasa penasaran dituntaskan ketika awak membeli satu botol Bir Pletok. Â Memang nikmat, syedap seger dingin dominat rasa jahe. Tidak was was lagi bersebab minuman ini memang dijamin halal. Â
Perhatikan dokumentasi diatas Bang Taufik mengenakan kaos dibagian belakang bertuliskan BIR PLETOT Peci Merah. Â Boleh jadi inilah Brand sebagai pembeda dengan Bir Pletok lainnya.