Mohon tunggu...
Thamrin Dahlan
Thamrin Dahlan Mohon Tunggu... Guru - Saya seorang Purnawirawan Polri. Saat ini aktif memberikan kuliah. Profesi Jurnalis, Penulis produktif telah menerbitkan 24 buku. Organisasi ILUNI Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Mott Menulis Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Kawan Pena Saran

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Masih Perlukah Kotak Amal ?

1 Januari 2016   15:04 Diperbarui: 1 Januari 2016   17:36 289
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Acara rutin silaturahim Khadimull Masjid Jami An Nur diselenggarakan setiap bada Shalat Jum'at. Dalam silaturahim dilakukan evaluasi kegiatan memakmurkan Baitullah minggu lalu dan membahas rencana kegiatan satu minggu ke depan. Berdasarkan motto shalat fardhu seramai shalat Jumat, Khadimull berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk jamaah agar nyaman beribadah dengan cara menyelenggarakan beberapa taklim rutin serta pengajian untuk anak anak dan memperindah tempat beribadah.

Ilmu pengetahuan bagaimana cara memakmurkan Masjid di dapat ketika menunaikkan Ibadah Haji.  Seorang Ulama Sufi mengatakan bahwa untuk memakmurkan Baitullah, " Masjid ananda harus menjadi Magnet ". Perbincangan itu terjadi ketika bersua Beliau di Masjidil Haram Mekkah tahun 1998. Lebih lanjut PakKiayi menjelaskan bahwa sifat maghnet (besi berani) mampu menarik benda benda logam disekitarnya.

Analogi dengan magnet tersebut Masjid harus di kondisikan menjadi maghnet sehingga jamaah tertarik untuk beribadah dan melakukan interaksi sosial di Baitullah. "Ada 3 syarat agar Masjid Ananda makmur  menjadi magnet  sehingga akan penuh didatangi jamaah baik dari lingkungan sekitar atau oleh para musafir."  

Syarat pertama wajib di masjid ada Kiyai, ada ulama tetap yang membimbing acara acara taklim dan prosesi ibadah. Ulama itu harus selalu berada di masjid pada setiap kesempatan. Oleh karena itu  perlu disiapkan tempat tinggal Imam Rawatib berdampingan atau melekat di Baitullah. Ulama ini menjadi Iman Shalat Fardhu 5 waktu. memimpin tahlilan warga. Memandikan dan men shalatkan jenazah. Memberikan pengajaran mengaji  dan belajar sholat kepada  anak anak di lingkungan Masjid. 

Syarat kedua di Masjid harus banyak dilakukan kegiatan keagamaan seperti majelis taklim. Kalau perlu ada pengajian remaja setiap hari serta Taklim rutin yang dibimbing oleh ustazd berbeda dengan kajian yang beragam. Ibarat rumah makan padang yang banyak dikunjungi konsumen karena masakannya enak maka masjid dikondisikan demikian pula dengan cara  banyak meyelenggarakan  kegiatan taklim sehingga jamaah semakin ramai  yang datang.

Syarat ke tiga agar Masjid makmur adalah menyangkut sarana dan prasarana. Masjid harus bersih dan suci dari segala najis. Masjid harus menjadi tempat yang paling nyaman untuk beribadah dengan menkondisikan ruangan ber ac dan sistem pencahayaan yang baik. Selain itu masjid harus aman dan tertib dengan ditegakkan peraturan terkait dengan adab ketika berada di baitullah. Ada pembatasan yang jelas antara tempat ibadah pria dan wanita. Di tempat wudhu harus banyak air mengalir serta petilasan yang bersih sebersih bersihnya. 

Alhamdulillah sepulang dari Tanah Suci ketiga syarat memakmurkan Masjid diterapkan di Masjid Jami An Nur.  Pertama yang di benahi terkait kualitas pengabdian pengurus masjid. Revolusi mental jauh jauh hari telah didawamkan di Baitullah ini. Pengurus Masjid Jami An Nur yang terletak di RW 05 Kelurahan Rambutan Jakakarta Timur memposisikan diri sebagai pelayan.  Oleh karena itu kami lebih suka di sebut dengan panggilan  Khadam atau khadimullah. Raja Saudi Arabia menyebut dirinya sebagai pelayan 2 Masjid Suci  yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Memposisikan diri sebagai marbot berhasil menciptakan  pengabdian terbaik, tulus ikhlas semata mengharap redha Allah guna kemakmuran Masjid. 

Bersama dengan khadimull dan warga setempat, Masji jami An Nur kini  ramai di kunjungi warga bersebab 3 syarat tersebut lambat laun sudah terpenuhi. Inilah pengabdian khadimull yang selalu mengingat pepatah leluhur bahwa berbhakti di Baitullah itu ibarat menanam pagi, maka rumputpun dapat.  Jadi niat tulus ikhlas sebagai pelayan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Khadimull Masjid jami An Nur. 

"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang yang mendapat petunjuk.” ( At Taubah -18)

Terkait masalah keuangan, Isha Allah manajemen syariah Masjid Jami An Nur di landasi transparansi dan akuntabel sehingga berhasil menciptakan kepercayaan (trust) jamaah.  Pola kerja ini berhasil menghilangkan stiqma buruk yang berujung kepada syak wasangka jamaah dan fitnah karena masalah keuangan Masjid. Laporan dana dipertanggung jawabkan setiap minggu dengan adanya Dewan Pengawas Masjid yang diawaki oleh sesepuh di lingkungan Asrama Polisi Polsek Ciracas.  Dengan demkian kondisi keuangan mampu membiayai operasional Masjid. Sejak 3 tahun lalu malah Khadimullah Masjid mampu menyantuni 40 anak yatim setiap bulan. 

Alhamdulillah infaq jamaah shalat Jum'at 1 Januari 2016 sebesar Rp. 3.467.300,- digunakan untuk memakmurkan masjid berupa 5 taklim perminggu, pembinaan rebana remaja, perawatan masjid dan keperluan operasional lain seperti pemuliaan imam rawatib dan marbot. Dari dana ini di salurkan pula sebagai dana musibah baik berupa dana kematian atau bantuan untuk jamaah yang dhuafa atau musafir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun