Mohon tunggu...
Terani Terani
Terani Terani Mohon Tunggu... -

meniti hari penuh arti

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Peluklah Aku

18 Mei 2011   16:45 Diperbarui: 26 Juni 2015   05:29 190
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Malam dekaplah aku dalam dinginmu peluklah aku dalam gelapmu belailah aku dengan jemari nakalmu gumullah aku dalam erupsi nafasmu telanjangilah aku sepuasmu gagahilah aku sesukamu setubuhilah aku dengan cengkaram birahimu hingga aku terjaga di sepertiga malam untuk sebuah interupsi berserah diri di hadapan Ilahi bersujud dan memohan ampunan atas segala ulahku disaat siang selagi terang dan malam selagi gelap Malam...peluklah aku dalam cintamu dan relakan aku bersimpuh dihadapan Tuhanku

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun