Berpuluh pertanyaan hadir di benak mereka antara sangsi dan keyakinan atas seganap kejadian yang telah diprediksi Pak Tua sebelumnya. Tujuh dari sepuluh kejadian telah terbukti nyata. Anak Krakatau mengamuk Bulan Oktober Tahun 2023, lima tahun setelah tsunami melanda Tanjung Lesung. Tahun dan bulan terltulis sama persis bahkan untuk perkiraan daerah yang terkena dampak yang sangat parah juga sama.
Rasa penasaran mereka membuat keduanya terpaku menatap informasi menyeluruh tentang prediksi yang menguncangkan pikiran. Tak sanggup mereka melanjutkan bacaannya.
Entah magnet apa yang menarik keduanya hingga tiba-tiba berpelukan begitu erat.Â
Suci membisikkan beberapa kalimat yang membuat Qolbun tercekat dan meneteskan air mata.Â
"Mas, aku sungguh mencintaimu. Mari kita menikah, sesederhana mungkin. Sepulang dari sini. Sebelum semuanya terlambat!"
Qolbun menggenggam tangan Suci erat kemudian mengecup kening kekasihnya. Satu kalimat singkat meluncur dari mulutnya yang bergetar hebat menahan perasaannya yang mengharu biru.
"Ya pelita jiwaku, segera!"
Air mata keduanya bercampur, menetes di pipi, membasahi dada dan jiwa mereka yang terguncang hebat.Â
Bandung, 15 Januari
Karya ini diikutsertakan dalam rangka mengikuti Event Cerpen RTC Duka Indonesiaku
