Mohon tunggu...
temali asih
temali asih Mohon Tunggu... Guru -

berbagi dan mengasihi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

[RTC] Sebelum Semuanya Terlambat

15 Januari 2019   18:47 Diperbarui: 27 Januari 2019   23:45 296
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berpuluh pertanyaan hadir di benak mereka antara sangsi dan keyakinan atas seganap kejadian yang telah diprediksi Pak Tua sebelumnya. Tujuh dari sepuluh kejadian telah terbukti nyata. Anak Krakatau mengamuk Bulan Oktober Tahun 2023, lima tahun setelah tsunami melanda Tanjung Lesung. Tahun dan bulan terltulis sama persis bahkan untuk perkiraan daerah yang terkena dampak yang sangat parah juga sama.

Rasa penasaran mereka membuat keduanya terpaku menatap informasi menyeluruh tentang prediksi yang menguncangkan pikiran. Tak sanggup mereka melanjutkan bacaannya.

Entah magnet apa yang menarik keduanya hingga tiba-tiba berpelukan begitu erat. 

Suci membisikkan beberapa kalimat yang membuat Qolbun tercekat dan meneteskan air mata. 

"Mas, aku sungguh mencintaimu. Mari kita menikah, sesederhana mungkin. Sepulang dari sini. Sebelum semuanya terlambat!"

Qolbun menggenggam tangan Suci erat kemudian mengecup kening kekasihnya. Satu kalimat singkat meluncur dari mulutnya yang bergetar hebat menahan perasaannya yang mengharu biru.

"Ya pelita jiwaku, segera!"

Air mata keduanya bercampur, menetes di pipi, membasahi dada dan jiwa mereka yang terguncang hebat. 

Bandung, 15 Januari

Karya ini diikutsertakan dalam rangka mengikuti Event Cerpen RTC Duka Indonesiaku

Ilustrasi: rumpiestheclub@dok
Ilustrasi: rumpiestheclub@dok

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun