"Ya, kita harapkan juga seperti itu. Penonton remaja dan dewasa targetnya. Jadi, selanjutnya kita pitching lagi nanti ya. Atur jadwal lagi. Saya tunggu minggu depan hasil sinopsisnya dulu," kata lelaki lainnya, yang penampilannya paling rapi. Mungkin dia pemilik modal untuk produksi film itu.
Dua orang lainnya (satunya perempuan) hanya manggut-manggut. Tapi si perempuan menyimak sambil mencoret-coret tulisan di buku notes. Mungkin dia bagian marketing film itu nantinya. Sedangkan lelaki yang satunya menimpali dengan beberapa kalimat, yang saya dengar punya link ke sebuah stasiun televisi.
"Oke, saya harus cari referensi tentang Bu Susi juga bertemu untuk wawancara," kata si penggagas cerita tadi.Â
Obrolan selesai, mereka bubar. Seminggu setelah Idul Fitri kemarin, saya mendengar lagi soal rencana produksi film tentang Bu Susi itu. Kali ini saya mendengar langsung dari sejumlah orang film yang kebetulan bertemu mereka.Â
Jika rencana produksi film itu terlaksana, maka akan bertambah referensi penonton film Indonesia, yang mengisahkan sosok populer di panggung politik negeri ini.Â
Setelah dua film kisah Jokowi (2013) dan Jokowi Adalah Kita (2014), tahun ini sedang diproduksi film Anak Hoki tentang sosok Ahok (Basuki TJahaja Purnama).Â
Wah, bakalan seru peta perfilman Indonesia tahun 2018!**
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H