Mohon tunggu...
Teguh Sugiarto
Teguh Sugiarto Mohon Tunggu... Lainnya - sansevieria_agave

Hobi Bersepeda

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kisah Inspirasi si Anak Kangkung, Begini yang Dilakukan

9 Juni 2023   04:05 Diperbarui: 9 Juni 2023   04:18 258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Fenomena kehidupan disekitar kita sangat beragam dan kompleks, dimana bisa menjadi
pembelajaran dan bisa menginspirasi kita dalam untuk melakukan suatu hal yang lebih, salah satunya
kisah inspirasi siswa si anak kangkung.

Kisah inspirasi ini diambil dari salah satu siswa SMP Muhammadiyah 1 Gombong yang kesehariannya
membantu Kakeknya mengantarkan kangkung ke pasar.

Si anak kangkung ini bernama Dimas Aryo Wibowo yang akrab disapa Dimas. Dimas duduk dibangku Sekolah
Menengah Pertama yang didampingi oleh Wahid Firman Sasongko sebagai wali kelasnya.

Pagi yang cukup cerah ini, orang tua dan Siswa mengambil pengumuman Surat Keterangan Lulus (SKL)
tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berbeda dengan Dimas, saat pengambilan SKL bukan orang tua, akan tetapi kakeknya yang mengambil
pengumuman kelulusan.

Waktu menunjukan pukul delapan lebih, Dimas berharap cemas menunggu Kakeknya tidak kunjung datang di
sekolah.

Dokpri
Dokpri

Sesampainya di sekolah, Kakek dan Dimas bergegas kekelas untuk mengambil surat keterangan lulus.
Terlihat wajahnya berharap cemas ketika akan membuka hasil pengumuman.

Setelah melihat pengumuman Dimas dinyatakan lulus dan seketika melakukan sujud syukur dikelasnya.

Dalam keseharian, Dimas tinggal bersama Kakeknya yang berprofesi sebagai penjual kangkung di pasar
Mergosono Buayan.

Kondisi fisik yang sudah lanjut usia, mengetuk hati Dimas untuk membantu kakeknya berjualan kangkung
dipasar.

Pukul tiga pagi, dua buah keranjang yang dipasang dikanan dan kiri sepeda motornya berisi setumpuk
kangkung siap jual ke pasar.

Udara dingin dan rasa kantuk yang menyelimutinya tidak menyulutkan semangatnya untuk mengantarkan kangkung ke pasar.

"Saya lakukan rutinitas ini sejak dibangku SD", ungkap Dimas. "Mengambil kangkung dari sawah dibawa
pulang ke rumah sampai dijual di pasar, hal ini saya lakukakn semata-mata untuk membantu Kakek",
tandasnya.

Sekali membawa kangkung ke pasar mencapai lima puluh ikat, bahkan bisa lebih. Selesainya mengantar
kangkung Dimas langsung pulang untuk mempersipkan segala keperluan yang akan dibawa ke sekolah.

"Kangkung yang dijual tidak selalu habis, sisanya dibawa pulang dan ditanam lagi disawah", ungkap
Kakeknya. "Alhamdulilah Dimas selalu membantu membawakan kangkung ke pasar untuk dijual", pungkasnya.

Dalam kesehariannya, tidak menyurutkan Dimas untuk selalu belajar ke sekolah dan bisa membagi waktu
antara belajar dan membantu Kakeknya.

Kondisi seperti itu tentunya menyebabkan rasa kantuk pada saat kegiatan pembelajaran dikelas, bahkan
sesekali bisa tertidur.

Berkat dorongan dan motivasi guru serta wali kelasnya, tidak menyurutkan semangat Dimas untuk sekolah
hingga sampai lulus ditingkat SMP.

"Alhamdulilah hari ini adalah pengumuman kelulusan dan Dimas dinyatakan lulus", ungkap Sasongko. "Saya
selalu mendorong dan memotivasinya untuk melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK", pungkasnya.

Demikian salah satu kisah inspirasi dari seorang siswa yang selalu membantu kakeknya untuk mengantarkan
kangkung ke pasar. Semoga bisa menginspirasi bagi anak-anak untuk selalu semangat dan bisa membagi
waktu dalam belajar serta selalu membantu sesama.***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun