Mohon tunggu...
Tauhid Patria
Tauhid Patria Mohon Tunggu... Administrasi - karyawan swasta

Menulis apa saja kan suka-suka saya

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Seratus Tahun Copa America, Uruguay Masih yang Terbaik di Amerika Selatan

8 Juni 2016   20:38 Diperbarui: 8 Juni 2016   20:40 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Inilah piala lambang supremasi tertinggi di Amerika Selatan (foto : bola.net)

Copa America tahun ini sudah memasuki usia 100 tahun. Untuk memperingati seabad turnamen paling bergengsi di benua Amerika, maka tahun ini digelar kembali Copa America dengan nama Copa Centanario. Satu yang istimewa dari turnamen yang pertama kali digelar pada tahun 1916, kali ini secara khusus mengundang enam tim dari negara-negara Amerika Utara dan Amerika Tengah atau kita kenal dengan zona Concacaf. Sepuluh anggota Conmebol bersaing dengan enam tim dari zona Concacaf akan saling berjibaku menjadi yang terbaik di benua Amerika.

Bicara mengenai turnamen yang sudah berusia seabad ini, tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah yang sudah dilewatinya. Negara-negara yang terkenal memiliki tradisi kuat dalam sepakbola seperti Uruguay, Argentina, dan Brazil pernah merengkuh manisnya gelar juara. Tercatat dalam sejarah, Uruguay menjadi negara pertama yang berhasil menyabet gelar juara Copa America di tahun 1916. Bahkan satu tahun kemudian, tapatnya tahun 1917, Uruguay kembali menjadi yang terbaik ketika kembali berhasil menjuarai turnamen antar negara-negara di Amerika Selatan ini.

Uruguay menjadi negara yang paling banyak menyabet piala di Copa America (foto : reuters)
Uruguay menjadi negara yang paling banyak menyabet piala di Copa America (foto : reuters)
Awalnya turnamen Copa America memang digelar satu tahun sekali. Format satu tahun sekali ini berlangsung selama kurang lebih 28 tahun yakni mulai tahun 1916 sampai tahun 1967. Dari rentang waktu tersebut, Uruguay dan Argentina silih berganti menjadi yang terbaik di Amerika Selatan. Tercatat Uruguay berhasil menyabet trofi gelar sebanyak 11 kali di rentang waktu tersebut. Sementara Tim Tango Argentina menyusul di tempat kedua dengan perolehan 10 kali gelar juara. Sementara dibawah Uruguay dan Argentina, ada tim samba Brazil yang berhasil menyabet 3 kali gelar juara.

Memasuki tahun 1975, format yang tadinya digelar satu tahun sekali mulai berganti menjadi turnamen yang digelar 4 tahun sekali. Dari turnamen 4 tahunan ini, dominasi Brazil perlahan-lahan mulai terlihat di ajang ini meskipun Uruguay dan Argentina juga tidak boleh dikesampingkan. Dari kurun waktu 1975 hingga 2015 Brazil telah menjuarai turnamen ini sebanyak 5 kali. Dari lima kali juara tersebut, Brazil pernah juara dua kali berturut-turut yakni di tahun 1997 dan 1999 serta pada tahun 2004 dan 2007 Brazil kembali mengulangi prestasi tersebut. Pemain-pemain hebat Brazil pada era 90-an hingga 2000-an mulai dari era Ronaldo, Rivaldo hingga era Ricardo Kaka turut andil mengantarkan tim Samba menjuarai turnamen bergengsi di Amerika Selatan ini.

Uruguay saat menjuarai Copa America tahun 2011 (foto : bola.net)
Uruguay saat menjuarai Copa America tahun 2011 (foto : bola.net)
Hanya Uruguay yang dapat mengimbangi dominasi Brazil di era Copa America memasuki sistem turnamen. Tercatat negara asal pemain Luiz Suarez ini berhasil memenangkan turnamen ini sebanyak 4 kali yakni di tahun 1983, 1987, 1995, dan 2011. Sementara tim Tango Argentina menyusul dengan pencapaian 2 kali juara Copa America yakni di tahun 1991 dan 1993. Dominasi ketiga negara ini memang begitu terlihat di sepanjang perhelatan Copa America yang tahun ini memasuki usia 100 tahun. 

Dilihat dari statistik yang ada, Uruguay menjadi negara yang paling sering menjuarai Copa America dengan 15 kali mengangkat trofi bergengsi Copa America. Peringkat kedua jatuh kepada tim Tango Argentina dengan pencapaian 14 kali meraih titel juara. Negara tempat seniman sepakbola berasal, Brazil, berada diurutan ketiga dengan 8 kali menjuarai Copa America.

Lalu bagaimana prestasi negara-negara diluar ketiga negara ini. Peru dan Paraguay menjadi dua negara yang pernah merengkuh trofi Copa America sebanyak dua kali. Peru tercatat pernah menjuarai Copa America di tahun 1939 dan 1975. Sementara negara asal kiper legendaris Jose Luiz Chilavert, Paraguay, berhasil menjuarai Copa America di tahun 1953 dan tahun 1979.

Bolivia, Kolombia, dan Cile menjadi negara yang pernah satu kali merengkuh gelar bergengsi se-Amerika Selatan ini. Bolivia berhasil menjuarai Copa America di tahun 1963. Sementara Kolombia berhasil menjuarai turnamen ini pada tahun 2001. Cile juga tidak mau ketinggalan dengan menjuarai Copa America di tahun 2015 kemarin.

Inilah piala lambang supremasi tertinggi di Amerika Selatan (foto : bola.net)
Inilah piala lambang supremasi tertinggi di Amerika Selatan (foto : bola.net)
Menarik untuk disimak, apakah kiprah Alexis Sanchez dan kawan-kawan di Copa America kali ini bisa moncer dan berhasil mempertahankan gelar juara yang telah mereka rengkuh tahun lalu atau mereka malahan dilibas oleh tim-tim sekelas Brazil maupun Argentina. Ehm.., semua masih bisa terjadi di lapangan hijau apalagi pada pertandingan pertama melawan Argentina kemarin, Cile takluk 1-2 oleh Argentina. Kita lihat saja tim mana yang akan menjuarai Copa America tahun ini. Semua tim tentu akan menampilkan performa terbaiknya mengingat penyelenggaraan turnamen kali ini bertepatan dengan seabad usia Copa America. 

Inilah Daftar Pemenang Copa America dari 2016 hingga 2015

1916 – Uruguay
 1917 – Uruguay
 1919 – Brasil
 1920 – Uruguay
 1921 – Argentina
 1922 – Brasil
 1923 – Uruguay
 1924 – Uruguay
 1925 – Argentina
 1926 – Uruguay
 1927 – Argentina
 1929 – Argentina
 1935 – Uruguay
 1937 – Argentina
 1939 – Peru
 1941 – Argentina
 1942 – Uruguay
 1945 – Argentina
 1946 – Argentina
 1949 – Brasil
 1953 – Paraguay
 1955 – Argentina
 1956 – Uruguay
 1957 – Argentina
 1959 – Argentina
 1959 – Uruguay*
 1963 – Bolivia
 1967 – Uruguay

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun