Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sejarah Kota

19 Februari 2022   12:10 Diperbarui: 19 Februari 2022   12:35 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Dubai. Homesbeautifully/fb. Puisi sejarah kota.

Kepala warga kota mencair
dalam persilangan kearifan jagat diri
dan kebutuhan tubuh,  materialisme yang akut. ladang konsumerisme
yang dipanen para kartel di kota kota industri.

anak anak kota yang mungil
dan dekil. tersisih dan menjadi remah
belajar sejarah kota sambil melupakannnya.

Lupakan puak puak yang bertelanjang dada,  tanpa alas kaki sambil membawa hewan ternak.

lupakan. gedung gedung tidak lagi mencakar langit. tapi mencakar langit batin kita !

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun