*****
waktu waktu telah dihimpit sempit
penat ragawi mengait ngait
bulan ingin digamit
pada malam sekelumit.
risau dan kacau memicu gerah
arah arah telah terbelah
jadi jarak ke ujung lengah
malam jadi payah
bulan seperti jatuh.
bulan menimpa si pemabuk,
terhuyung dalam bayang yang lapuk
segala kecamuk mematuk matuk
di matanya sisa rindu yang kabur berlabuh.
(baca juga : psikologi rindu https://www.kompasiana.com/taufiqsentana9808/61619cfa24da9269e0411613/psikologi-rindu )
dia membawa tubuhnya
membawa semua dari tubuhnya
lelah dan pahit. gairah dan duka
isi tubuhnya sinyal sinyal menyala
rindunya seperti deretan tirai cahaya
mungkin dia terlena
terjebak pada mabuknya
dan jeratan dunia melilit di kakinya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI