Batupun bisa ditembus-belah
oleh tetesan air, walau perlahan.
batupun bersabar-sunyi
dalam peristiwa tanah
hingga ribuan tahun,
sampai kita mampu membelah tebing.
batupun kuat-dilebur-dibentuk
dan dipajang mahal di mall besar.
Namun kepala yang batu,
apa yang sanggup menembusnya?
beribu suara langit
tiada membuatnya bergetar.
Namun kepala yang batu
dapatkah bersabar
menjaring cahaya
dari selembar daun
yang bekerja diam diam?
batu itu menjelma
dari hati yang terkunci
oleh ucapan dan pikiran yang liar.
Kepala batu, siapa tahu bentuknya?
dan mungkin kepala itu tidak dipajang
di mall besar. tapi berjalan jalan, tertawa, mengikuti rapat sambil membelai kita.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI