Kebiasaan di Negara Maju
Di sisi lain, negara-negara maju seperti Swedia, Jepang, Jerman, Kanada, Belanda, Australia, Denmark, dan Norwegia menunjukkan pola perilaku yang sangat berbeda. Pejabat negara di negara-negara ini cenderung hidup lebih sederhana, menggunakan kendaraan umum, atau bahkan bersepeda ke kantor. Contohnya, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, terkenal sering bersepeda ke kantornya. Di Jepang, para politisi atau pejabat tinggi sering menggunakan kereta api atau transportasi umum lainnya.
Alasan di balik kebiasaan sederhana ini antara lain:
1.Budaya Kesetaraan
Negara-negara maju cenderung memiliki budaya kesetaraan yang kuat. Jabatan di pemerintahan tidak dianggap sebagai simbol status, melainkan sebagai tanggung jawab untuk melayani masyarakat. Pejabat di negara-negara seperti Denmark atau Swedia sering menganggap diri mereka setara dengan rakyat biasa, sehingga tidak merasa perlu hidup berlebihan.
2.Keamanan yang Stabil
Negara-negara maju umumnya memiliki tingkat kriminalitas yang rendah dan sistem keamanan yang stabil. Karena itu, para pejabat tidak merasa perlu memiliki pengawalan ketat seperti di negara-negara berkembang. Di Norwegia, misalnya, perdana menteri dapat berjalan di jalan umum tanpa khawatir akan ancaman.
3.Pengawasan Publik yang Ketat
Masyarakat di negara maju biasanya sangat kritis terhadap gaya hidup para pejabat mereka. Jika ada pejabat yang terlihat hidup mewah atau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, mereka akan segera dikritik oleh media dan masyarakat. Di Kanada, misalnya, penggunaan kendaraan atau fasilitas negara untuk keperluan pribadi bisa menjadi skandal besar.
4.Prioritas pada Pelayanan Publik
Pejabat di negara maju lebih fokus pada tugas dan pelayanan masyarakat daripada keuntungan pribadi. Mereka sering menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dengan menggunakan transportasi umum atau hidup sederhana. Hal ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat.
Perbandingan Contoh Nyata
Nigeria
Di Nigeria, pejabat sering terlihat menggunakan kendaraan seperti Range Rover atau Lexus dengan pengawalan bersenjata. Negara ini memiliki masalah keamanan besar, mulai dari ancaman Boko Haram hingga tingkat kriminalitas yang tinggi, sehingga pengawalan sering dianggap perlu. Namun, gaya hidup mewah para pejabat juga menunjukkan adanya jurang besar antara mereka dan rakyat.
Pakistan
Pejabat di Pakistan juga sering menggunakan iring-iringan mewah dengan pengawalan polisi. Ketegangan politik yang sering terjadi, ditambah dengan ancaman terorisme, membuat para pejabat merasa perlu menjaga keamanan mereka. Namun, ini sering dikritik karena rakyat biasa justru kesulitan mendapatkan akses ke layanan dasar.
Swedia
Sebaliknya, di Swedia, Perdana Menteri sering menggunakan kendaraan umum tanpa pengawalan mencolok. Budaya kesetaraan di negara ini sangat kuat, sehingga pejabat cenderung menghindari gaya hidup mewah.