Ondel-ondel juga selalu tampil berdampingan yaitu yang lelaki dan perempuan. Â Ondel-ondel yang lelaki memiliki wajah berwarna merah dan yang perempuan berwarna putih. Â Ternyata warna merah ini melambangkan keberanian dan semangat yang berhubungan dengan fungsi asli ondel-ondel untuk menolak bala dan mengusir roh jahat. Â Sementara warna putih pada wajah ondel-ondel perempuan memiliki makna kebajikan dan kesucian.
Secara umum tinggi ondel-ondel sekitar 2,5 meter dengan lebar 80 cm dan terbuat dari anyaman rangka bambu sehingga cuku ringan untuk dimainkan. Â Dan di kepala ondel-ondel diberi hiasan kembang kelapa. Â Kembang kelapa ini juga melambangkan dkekuatan
Pada kesempatan berikutnya, Mpok Yuli juga banyak bercerita tentang ondel-ondel. Ternyata ondel-ondel juga memiliki nama khusus yaitu nama Kobar untuk yang lelaki dan Borah untuk yang perempuan. Â Kobar melambangkan kehidupan di dunia, dimana lelaki harus mencari nafkah untuk kehidupan di dunia, sementara Borah lebih melambangkan kehidupan di akherat nanti. Â Singkatnya sepasang ondel-ondel Kobar dan Borah ini melambangkan makna filosofis bahwa semuanya diciptakan berpasang-pasangan.
Pada kesempatan itu juga, Bang Jack menjelaskan bahwa untuk memainkan Ondel-Ondel juga ada semacam doa dan ritual yang harus dilakukan sebelumnya. Tergantung dari situasi, kondisi dan peruntukkan ondel-ondel tersebut, ada yang sekedar dengan doa-doa, namun ada juga yang masih memakai berbagai perlengkapan baik kembang atau kemenyan. Â Hal ini berhubungan dengan fungsi awal ondel-ondel sebagai penolak bala yang pada awalnya juga untuk penolak wabah penyakit atau pagebluk.
Ketika berkunjung ke Workshop Ondel-ondel, kita juga melihat banyak ondel-ondel yang dijual dalam berbagai ukuran. Â Ada yang berukuran kecil dan dijual seharga 35 Ribu per pasang, hingga ukuran besar yang harganya mencapai sekitar 1,5 Juta Rupiah. Â
Lalu apakah ondel-ondel memiliki anak dan mengapa kita jarang atau tidak pernah melihat anak ondel-ondel dipamerkan karena selama ini hanya sepasang ondel-ondel saja yang ada? Â Sementara pada lagu Benyamin sangat jelas disebut jika ondel-ondel memiliki anak?Â
Pertanyaan yang cukup menggelitik ini kemudian dijawab oleh Bang Jack bahwa yang dimaksud dengan anak ondel-ondel adalah orang yang memainkan ondel-ondel itu sendiri. Â Tentunya kita masih ingat dengan istilah anak wayang yang berarti sosok orang yang memainkan wayang.
Demikian sekilas mengenai ondel-ondel dan anaknya yang terungkap setelah kita mengunjungi Kawasan Setu Babakan dan mengenal budaya Betawi lebih dekat.Â
Sebagai penutup, mari kita kutip sebuah pantun yang ada di pintu gerbang kawasan Museum Betawi: