Mohon tunggu...
Taufik Uieks
Taufik Uieks Mohon Tunggu... Dosen - Dosen , penulis buku travelling dan suka jalan-jalan kemana saja,

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Mana yang Lebih Nyaman, Naik Pesawat Airbus 350 atau Boeing 787

22 Juni 2023   10:38 Diperbarui: 22 Juni 2023   10:48 1995
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam transportasi udara, pesawat buatan Boeing dan Airbus memang merajai udara di hampir seluruh pelosok dunia, termasuk di Indonesia. Untuk penerbangan domestik dan regional misalnya, pesawat jenis Airbus A320 dan Boeing 737 sudah sangat familier bagi penumpang baik yang sering bepergian dengan Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya dan berbagai maskapai lainnya.

Namun untuk penerbangan internasional jarak jauh dan menengah kini ada dua jenis pesawat yang sering kita jumpai menerbangkan berbagai rute dan dioperasikan oleh banyak maskapai, yaitu Boeing 787 Dreamliner dan Airbus 350.   

Jika ingin mencoba naik pesawt A350 dar Indonesia, bisa mencoba  Singapore Airlines, Qatar Airways, Turkish Airlines  atau Cathay Pacific, sementara untuk B787 bahkan lebih banyak lagi pilihan seperti All Nippon Airlines,  Ethiopian Airlines, Uzbekistan Airlines dan juga Qatar Airways. 

Lalu bagaimana membandingkan kedua jenis pesawat ini.  Tentu saja sebelum dapat membandingkan kedua jenis pesawat ini, perlu diketahui bahwa sama seperti jenis pesawat lainnya, kedua jenis pesawat buatan Boeing dan Airbus ini juga mempunyai berbagai tipe dan varian yang berbeda sesuai dengan tuntutan komersial dan teknologi. 

Secara garis besar B787 Dreamliner lebih dahulu diluncurkan beberapa tahun dibandingkan dengan Aribus 350. Secara singkat keduanya dibuat dengan komponen baru, dilengkapi dengan engine (mesin) yang sangat efisien dan jelajah terbang yang jauh sehingga merupakan inovasi terbaik dari masing-masing pabrik pesawat itu.

Pesawat Boeing 7878 Dream liner sendiri mempunyai beberapa varian yaitu B787-8, B787-9 dan B787-10 yang mempunyai spesifikasi  kapasitas dan juga daya jelajah yang berbeda. Demikian juga dengan A350 yang mempunyai dua  varian yaitu A350-900 dan A350-1000.   

Sebenarnya pernah juga dirancang 350-800 yang lebih kecil namun akhirnya produksinya dibatalkan.   Kedua jenis Airbus 350 ini yang akan bersaing ketat dengan B787, khususnya B787-10 dan kemungkinan juga B777X yang akan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan.

All Nippon Airlines menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan Boeing 787 Dreamliner sekaligus menjadi operator terbesar untuk pesawat ini.  B787 mulai mengudara secara komersial pada Oktober 2011.   Sementara untuk Airbus 350, Qatar Airways lah yang menjadi maskapai pertama yang mengoperasikannya secara komersial pada Januari 2015.  

Tentu saja berbagai varian memiliki spesifikasi dan peruntukannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan operasional, B787-8 merupakan varian paling kecil yang mampu mengangkut sekitar 242 penumpang dengan jarak jelajah sekitar 13 ribu kilometer semetra B787-9 mempunya kapasitas lebih besar dengan daya angkut 290 -an penumpang dan jelajah lebih 14 ribu kilometer.  Sedangkan versi terbesar B787-10 mempunyai kapasitas lebih dari 330 penumpang namun dengan jarak jelajah lebih dekat yaitu sekitar 12.000 kilmter.

Sebagai perbandingan Airbus 350 memang lebih ditujukan untuk penerbangan jarak jauh karena 350-900  mempunyai kapasitas sekitar 300-350 penumpang dengan jarak jelajah lebih dari 15.000 kilometer. Sementara A350-100 mempunyai kapasitas penumpang hingga 400 penumpang dengan jelajah 16. Ribu kilometer.. Namun ada juga variant 360-900 ULR yang mempunyai jarak jelah hingga 18.000 kilomter.   

Pesawat A350-900 ULR ini pertama kali dioperasikan oleh Singapore Airlines untuk rute jarak jauh seperti Singapore New York yang sebelumnya menggunakan [pesawat A340-500 atau 600.    Ini adalah pesawat twinjet yang memiliki jelajah paling jauh yang beroperasi hingga saat ini.

B787 ANA: Simple Flying
B787 ANA: Simple Flying

Lalu sebagai penumpang, apa saja keunggulan teknologi yang ada pada B787 dan A350. Secara umum, salah satu kecanggihan B787 ketika pertama kali diperkenalkan adalah memiliki cabin altitude yang lebih rendah dibandingkan pesawat terbang pada umumnya.  Cabin altidute adalah tekanan udara dalam kabin yang setara dengan ketinggian di alam bebas. 

Secara umum pesawat terbang memiliki cabin altitude 8000 kaki, sementara Boeing 787 mempunyai cabin altitude hanya 6000 kaki.    Selain itu B787 juga mempunyai jendela yang konon paling besar sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan di luar dengan lebih leluasa.  

Sebagai perbandingan , ternyata Airbus 350 juga dirancang memiliki cabin altitude yang sama yaitu 6 ribu kaki sehingga secara umum memberikan kenyamanan yang sama dengan B787.  Sementara ukuran jendela Airbus 350 juga cukup besar walau tidak sebesar B787.   

Namun untuk tinggi kabin ternyata B787 memiliki ketinggian kabin lebih sedikit dibandingkan A50 sementara A350 memiliki lebar kabin yang lebih luas sesuai dengan namanya A350 XWB atau Extra Wide Body.  Kedua pesawat juga dirancang memiliki overhead bin yang cukup luas untuk menempatkan tas bawaan penumpang.  Tidak mengherankan jika pesawat A350 juga sekarang mempunyai kabin dengan 10 kursi pada satu baris penumpang  dengan konfigurasi 3-4-3.

Tentu saja dalam segi kenyamanan, akan tergantung kepada masing-masing maskapai dan konfigurasi tempat duduk.  Maskapai low cost airlines akan cenderung memiliki konfigurasi tempat duduk yang lebih banyak sehingga pesawat yang sama akan mampu mengangkut penumpang lebih banyak.  Dan semuanya akan mencapai keseimbangan sesuai dengan hukum penawaran dan [permintaan. 

Sebagai penutup akan dipaparkan sedikit perbandingan antara pesawat B787-10 dan A350-1000.  Untuk kapasitas penumpang dengan konfigurasi dua kelas B787-10  memiliki kapasitas 330 penumpang dibandingkan A350-1000 yang memiliki kapasitas 369 penumpang.  Namun keduanya mempunyai maksimum kapasitas hingga 440 dan 480 penumpang. Sementara untuk jarak jelajah A350-1000 jauh lebih unggul yaitu sekitar 15.600 kilometer dibandingkan dengan Boeing 787-10 yang hanya 11.900 kilometer. 

Demikian sekilas perbandingan antar dua jenis pesawat twinjet berbadan lebar yang merajai beberapa dekade awal pada abad ke21.  Ini.  Saya sendiri kebetulan pernah beberapa kali terbang dengan b787 seperti Qatar Airways dan All Nippon Airlines dan juga menjajal A350 Cathay Pacific dan FinnAir.  Bagaimana pengalaman pembaca terbang dengan kedua tipe pesawat tersebut?  Mungkin bisa memberikan tanggapan pada kolom komentar.    

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun