Nah setelah melihat berbagai jenis perawatan yang ada pada pesawat terbang, tentunya pekerjaan ini sebagian dapat dilakukan oleh maskapai penerbangan, dan ada juga yang harus dilakukan oleh bengkel khusus atau bahkan OEMÂ atau Original Equipment Manufacturer alias pabrik pembuat komponen.
Tentunya dari berbagai jenis perawatan ini memerlukan personel dengan keterampilan dan keahlian yang berbeda dan masing-masing saling melengkapi dengan bermacam pro dan kontra.Â
Misalnya saja untuk menjadi teknisi di engine component, seseorang akan memiliki keahlian dan pengalaman yang lebih spesifik mengenai tipe jenis engine tersebut. Diperlukan lebih banyak pelatihan yang lebih mendalam tentang sistem, cara kerja, dan juga bagaimana melakukan test, inspeksi serta perbaikan pada komponen-komponen engine, bahkan hingga melakukan test cell atau menghidupkan mesin dalam fasilitas hangar.Â
Keahlian personel akan menjadi lebih spesifik dan khusus untuk tipe mesin tertentu.
Demikian juga dengan component maintenance. Pekerjaan ini meliputi keahlian untuk overhaul atau membongkar suatu komponen, melakukan pengecekan, perbaikan, penggantian, hingga melakukan tes sehingga komponen ini dinyatakan kembali laik untuk dipasang dan dioperasikan kembali di pesawat terbang.Â
Personel akan menjadi ahli dalam satu atau beberapa komponen sejenis, misalnya saja untuk sistim hidraulik, pneumatika atau bahkan komponen-komponen avionik yang jumlahnya sangat beragam dalam suatu pesawat terbang modern.Â
Bekerja di sini memerlukan keahlian dan pengalaman khusus yang tentunya juga sebelumnya memerlukan pelatihan khusus yang intensif.Â
Perlu dicatat bahwa bekerja di engine component dan terutama di component maintenance memungkinkan kamu bekerja bukan pada suatu maskapai penerbangan. Karena bisa saja kamu bekerja di sebuah pabrik atau bengkel khusus yang mengerjakan perawatan mesin atau komponen tertentu. Walau bisa saja fasilitas ini menjadi salah satu bagian dari fasilitas perawatan yang dimiliki oleh suatu maskapai penerbangan.
Lalu bagaimana dengan bekerja di heavy maintenance atau bengkel pesawat udara. Sebagaimana diuraikan di atas, tugas pekerjaan di heavy maintenance biasanya sudah ditentukan dan dijadwalkan mengenai tugas dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Tergantung jenis pesawat terbang, secara umum ada pekerjaan yang termasuk Daily Check, Weekly Check, hingga perawatan yang lebih besat seperti C Check dan D Chek yang tergantung baik kepada berapa jam terbang atau siklus yang sudah ditempuh oleh pesawat terbang.