Ternyata Ludwig Wirtgenstein, merupakan seorang filsuf campuran Austria-Inggris yang cukup terkenal dan berkecimpung dalam bidang logika, metafisika, serta filosofi matematika, bahasa, dan pikiran. Wow dunia dan pengetahuan yang sangat abstrak , tidak heran beliau suka merenung di tangga di dalam rumah kaca ini.
Perjalanan di National Botanic Gardens diakhiri dengan mengunjungi gedung resepsionis yang sekaligus berfungsi sebagai pintu gerbang utama. Di tempat ini banyak brosur dan penjelasan mengenai program wisata dimana setiap minggu diadakan walking tur gratis keliling kebun raya sedangkan pada jam-jam tertentu di hari lain kita juga bisa ikut tur dengan membayar 5 Euro. Sedangkan masuk ke kebun raya dan jalan-jalan sendiri tentunya gratis.
"The Mission of the National Botanic Gardes of Ireland is to ensure that plant diversity is cherished and nurtured in Ireland and throughut the world as our greatest renewable natural resources", demikian tertera di salah satu pojok bangunan ini.
Saya kemudian keluar menuju pintu gerbang utama dan kembali melihat sebuah papan besar bergambar denah kebun raya yang cantik. Kebun raya yang dikunjungi lewat pintu belakang yang berdampingan dengan pemakaman dan kemudian ditinggalkan melalui pintu depan.
Dari sini, saya tinggal menyusuri jalan kecil untuk sampai di sebuah halte dimana Dublin Bus bertingkat warna biru kuning sudah menanti untuk mengantar kembali ke pusat kota .
Sebuah kelana singkat yang mencerahkan jiwa, menyaksikan dunia orang mati di Glasnevin Cemetry dan juga berjumpa dengan jejak seorang filsuf Austria yang suka merenung di Rumah Kaca.
Terima kasih sudah membaca