Salah satu tempat yang harus dikunjungi ketika mampir ke Suwon adalah Hwaseong Haenggung.Haenggung merupakan tempat tinggal atau istana sementara yang digunakan oleh para raja dinasti Jeoson bila sedang dalam perjalanan keluar dari ibukota Seoul.Menurut sejarah, Hwaseong Haenggung ini banyak digunakan ketika para raja berziarah ke makam leluhur.
Siang itu, suasana di halaman Haenggung sangat ramai ketika orang ramai dengan sabar duduk dan menunggu sebuah pertunjukan yang akan diadakan tepat pukul 14.00.Karena masih cukup waktu, saya memutuskan untuk melihat-lihat bagian dalam istana ini.Dengan tiket masuk seharga 1500 Won, kita bisa masuk kedalam istana dan menikmati kembali suasana kerajaan di masa lampau.Di beranda utama, dapat disaksikan kesibukan prajurit dengan pakaian yang berwarna-warni sedang bersiap-siap untuk tampil dalam upacara.
Berkunjung ke tempat ini,kta seakan-akan kembali ke masa lampau, ketika Korea masih berbentuk kerajaan.Suasana ini menjadi hidup karena tempat ini berfungsi bukan hanya sebagaisebuah museum yang memamerkan benda-benda mati melainkan jugamenciptakan rekonstruksi kejayaan masa lalu lengakap dengan raja, ratu, prajurit dan upacara yangdilakukan pada zaman dahulu.
Kita juga dapat berpose bagaikan prajurit kerajaan Korea di masa lampau dengan menyewa pakaian prajurit yang gagah bagaikan di film-film kerajaan jaman dulu.Selain itu, di setiap pintu, dijaga oleh sepasangprajurit pengawal yangbersikap seakan-akanraja dan ratu masih tinggal di tempat ini.
Di salah satu pojok lapangan, terlihat sebuah pohon besar yang menarik.Pohon ini ternyata sejenis pohon Zerkova yangtelah berusia lebih dari 600 tahun. Benar-benar sebuah pohon tua yang menakjubkan dan mirip bagaikan bonsai raksasa.Selain di halaman tengah istana, di halaman depan juga terdapat pohon sejenis yang usianya baru mencapai sekitar 350 tahun saja.
Tiba-tiba saja , suara musik yang gegap gempita membahana menghidupkan suasana. Para prajurit mulai membentuk barisan dan siap berparade menuju halaman muka.Pertunjukan upacara akan segera dimulai.Saya bergegas dan kemudian bergabung dengan ratusan penonton yang sudah setia menunggu.,
Kemudian, selama sekitar 30 menit kita benar-benar kembali menyaksikan hidupnya kembali raja dan ratu yang pernah memerintah negri ini.Dalam pertunjukan budaya ini, dapat disaksikan para prajurit melakukan rentetan ritual upacara yang tidak berubah selama ratusan tahun.Suasana jaman kerajaan menjadi hidup kembali di abad ke 21 ini.
Puncaknya adalah ketika rombongan raja dan ratu tampil di halaman istana untuk melakukan inspeksi pasukan. Dengan pakaian kebesaran dan dinaungi oleh payung yang berwarna kuning keemasan. Raja Jeonggo yang gagah dan berwibawa didampingi oleh dan sang ratu yang cantik menawan tampil di hadapan publik.
Asyiknya lagi sebelum menuju ketempat kehormatan , sang raja dan ratu sempat berkeliling dan bersalaman dengan para penonton.Suasana seperti ini benar-benar menarik karena dengan antusias masyarakat kota Suwon dan para wisatwan pun menyambut pasangan kerajaaan dengan takzim dan penuh hormat seakan-akan raja dan ratu yang bangkit kembali dari alam kubur.
Setelah lelah dan haus menyaksikan raja , ratu dan prajurit, kita juga dapat menikmati es krim yang dijajakan oleh seorang gadis berpakaian biru-biru.Es krim dengan berjenis-jenis rasa dijajakan sambil ikut menyaksikan pertunjukan.Namun yang tidak biasa adalah sebuah kantung plastik warna hitam yang digunakan sebagai penampung plastik bekas es krim. Sambil memberikan uang kembalian , gadis tadi pun memberikan isyarat bahwa bekas plastik es krimnya harus ditaruh di tempat sampah yang disediakan.
Benar-benar kesadaran yang baik akan kebersihandi tempat dimana masa lampau kembali hidup di kota Suwon yang menawan ini.
Suwon, 22 September 2013
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H