Lalu, apa yang membuat para pecinta sepakbola Kabupaten Brebes itu bertanya-tanya kepada para petinggi yang melakukan kunjungan kerja dengan menggunakan pesawat helikopter? Dan apa hubungannya?
Jelas, seperti yang sudah diutarakan di atas adalah karena SKB merupakan satu-satunya stadion yang digunakan tempat sebagai ajang kompetisi resmi sepakbola, baik yang dilaksanakan secara resmi oleh daerah setempat maupun pusat.
Bahkan, Persab Brebes yang notabenenya adalah klub amatir, saat ini tengah kembali mempersiapkan diri untuk berkompetisi di babak semifinal Liga 3 Jateng 2018.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, klub berjuluk Laskar Jaka Poleng itu akan menjadi tuan rumah pada putaran kedua semifinal tanggal 15 Juli 2018 mendatang.
Selanjutnya beberapa pekan kemudian, Persab Brebes juga akan menjadi tuan rumah pada ajang Piala Indonesia 2018, Â tepatnya pada 9 Agustus 2018 mendatang.
Yang menjadi pertanyaannya adalah pesawat helikopter yang digunakan oleh para petinggi itu mendarat di SKB, dan jumlahnya hingga lebih dari dua pesawat helikopter.
Tentunya, fasilitas pembangunan SKB yang baru selesai direnovasi menggunakan uang rakyat  itu, tidak seperti utuh atau sebagus sebelumnya. Khususnya pada kondisi lapangan maupun rumputnya, yang sebelumnya rata, menjadi tidak rata.
Juga tidak sedikit bagian-bagian tanah maupun rumputnya yang gersang. Bahkan, kedua tiang gawang yang sudah tertancap juga dipotong. Apakah tidak ada tempat lain, selain SKB yang digunakan untuk mendarat pesawat helikopter?
Apa jadinya, jika tim Persab Brebes yang setelah diliburkan latihannya selama ramadan dan saat ini akan segera kembali berlatih, namun kondisi lapangannya yang tidak memungkinkan.
Siapa yang menjadi tanggung jawab penuh atas kondisi hal itu. Pemerintah daerah kah? Provinsi kah? Atu Pusat kah?
Bagi saya sebagai rakyat kecil sekaligus pecinta sepakbola Kabupaten Brebes tidak akan mempertanyakan, jika pihak-pihak yang bertanggung jawab langsung cepat tanggap untuk kembali memperbaikinya.