Pemikiran yang sesunguhnya, seperti orang yang sedang mengecat langit, atau kalau orang Aceh menyebutnya dengan cet langet, membayangkan dan berandai-andai tentang museum perdamaian ini. Ya, andai saja pemerintah pusat dan pemerintah daerah Aceh mau membangun museum Perdamaian Aceh, maka pemerintah Indonesia dan Aceh, khususnya akan memperoleh banyak manfaat untuk membangun perdamaian Aceh yang berkelanjutan. Ya, tapi itu adalah halusinasi penulis saja, kala itu. Karena itu hanya halusinasi, maka tidak perlu terlalu ditulis dan dijadikan pertimbangan bagi pemerintah.
Namun,ketika berada di ruang memorial PerdamaianAceh tersebut, siapa saja akan bertanya, walau dalam pikiran masing-masing. Apa yang terbayang di pikiran orang-orang masuk dan berada ruang tersebut? Bisa jadi, ada banyak orang yang memberikan apresiasi kepada pihak Kesbangpol Aceh yang telah menggagas adanya ruang memorial perdamaian Aceh. Kadangkala ada banyak orang yang menyebut " museum perdamaian. Padahal, ruang memorial perdamaian masih belum mewujud sebagai museum perdamaian.
Jadi wajar saja ketika berkunjung ke dalam sebuah ruangan yang sudah dirancangs ebagai museum perdmaian di kantor Kesbangpol Aceh itu, hati terasa bercampur baur. Ada perasaan bangga ketika melihat museum perdamaian yang menjadi tempat untuk mengenang, belajar dan menjadi pusat Riset perdamaian Aceh yang kini kita nikmati. Sungguh, keberadaan museum itu sangat bermanfaat bagi kita. Sewajarnya pula kita menanti hadirnya museum perdamaian di Aceh. Semoga tidak hanya menjadi mimpi, tetapi sebuah bukti gedung yang menjadi laboratorium perdamaian dunia. Semoga
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI