Ternyata, saat ini  menurut Detik Finance, 10 November 2017, komposisi dari sekitar 130 ribu karyawan BRI. Jumlah itu, 55% merupakan karyawan support dan 45% merupakan karyawan penjualan. Jelaslah, bila melihat data tersebut, bank BRI sudah berkontribusi sangat besar dalam menampung tenaga kerja di Indonesia hingga saat ini. Jadi, dapat dikatakan bahwa bank BRI secara evolusif terus meningkatkan jumlah tenaga kerjanya dari tahun ke tahun.
Kedua, sejalan dengan panjang dan lamanya usia bank ini, maka dalam perspektif pengembangan pengetahuan dan literasi keuangan (knowledge development and finance literacy), Bank BRI adalah sebuah sumber belajar atau resource center dalam pengembangan ilmu dan literasi keuangan di tanah air. Paling tidak, selama ini, bank BRI sudah meningkatkan pengetahuan literasi keuangan, perbankan, pemasaran dan sebagainya kepada lebih dari 130.000 pekerja atau karyawan.Â
Tentu bukan hanya itu, sebagaimana kebiasaan bank-bank selama ini, selalu ada program-program pendidikan dalam berbagai bentuk inisiatif dan pembiayaan terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di internal bank, maupun di luar bank. Misalnya, untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, Bank BRI pasti harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo mengatakan, keseriusan BRI mengembangkan digital bankin dengan menambah belanja modal (capital expenditure/capex) dari tahun ini Rp 5 triliun menjadi Rp 7 triliun di tahun depan. "Untuk penggunaannya 40% tahun ini untuk IT, tahun dengan 40-50% juga untuk IT. Sangat besar bukan?
Ketiga, sebagaimana layaknya perusahaan-perusahaan lain di tanah air dan juga dunia, Bank BRI sebagai sebuah perusahaan atau corporate yang besar, pasti juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejalan dengan hal itu, bila kita melihat lebih dekat terkait dana CSR, maka Bank BRI dari tahun-ke tahun berevolusi dalam hal memberikan bantuan social lewat pundi-pundi CSRnya. Distribusi CSR yang diberikan ke berbagai bidang dan pihak sesuai dengan kebijakan BRI. Dengan demikian, maka data dikatakan pula bahwa BRI secara evolusi ikut menjalankan fungsi social kepada bangsa Indonesia. Bukan hanya evolusif, tetapi juga secara berkelanjutan (sustainable)
Tentu akan banyak lagi hal yang bisa kita temukan bila kita mau melacak jejak evolusi Bank BRI di saat bank ini merayakan ulang tahun yang ke 122 tahun. Namu, untuk tulisan yang singkat ini, yang dipaparkan hanya sebanyak tiga hal, yakni dari sector ketenagakerjaan (manpower), kedua pada sector pengembangan pengetahuan, kemampuan dan literasi keuangan kepada kepentingan internal dan eksternal dan ketiga terkait dengan  program CSR dan penyaluranya kepada kepentingan social, pendidikan, lingkungan dan sebagainya.
Selayaknya kita ikut berbangga dan merayakan kesuksesan dan keberlanjutan serta keberlangsungan Bank BRI menjadi bank tertua dan terluas jaringanya di nusantara ini. Selamat ulang tahun yang ke 122. Teruslah melayani dengan setulus hati. Pasti rakyat akan selalu dekat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H