Mohon tunggu...
Lupin TheThird
Lupin TheThird Mohon Tunggu... Seniman - ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro (https://www.kompasiana.com/dancingsushi)

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Hamparan Warna-warni Momiji di Kuil Kuhonbutsu Tokyo

8 Desember 2018   08:00 Diperbarui: 8 Desember 2018   11:58 883
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ojizou-sama yang berada di kanan jalan setelah pintu masuk (Dokumentasi Pribadi)

Ada beberapa patung dewa kecil yang disebut "ojizou-sama", di sebelah kanan jalan setelah kita masuk pintu utama. Kita juga bisa menemukan satu bangunan kecil, dimana didalamnya ada patung Enma Daiou. 

Enma Daiou adalah penguasa neraka, sehingga tujuan diletakkannya patung ini di dekat pintu masuk adalah mengingatkan pengunjung agar selalu berada di jalan yang benar, kalau tidak mau diseret ke dalam neraka.

Ojizou-sama yang berada di kanan jalan setelah pintu masuk (Dokumentasi Pribadi)
Ojizou-sama yang berada di kanan jalan setelah pintu masuk (Dokumentasi Pribadi)
Setelah melalui pintu utama, kita harus belok ke kiri untuk masuk ke area utama kuil. Setelah berjalan sesaat, di sisi kiri kanan kita bisa melihat beberapa bangku yang dibuat dari pahatan batu, sehingga bangku ini bisa terlihat menyatu dengan pemandangan sekelilingnya.

Saya biasanya duduk sebentar di bangku ini. Karena bagi saya merupakan kenikmatan tersendiri duduk di bangku, sambil memandangi keindahan momiji (tentunya kalau hari tidak sedang hujan).

Karena suhu udara sudah dingin saat musim momiji, maka biasanya saya membeli teh hangat di vending setelah keluar dari stasiun, dan meminumnya sambil duduk. Keasyikannya persis seperti menikmati nodate (upacara minum teh yang diselenggarakan di luar ruangan).

Kalau kita terus melangkah, maka akan terlihat gerbang lagi yang bernama "san-mon (atau niou-mon)". Orang Jepang biasanya membungkuk sedikit sebelum melalui gerbang ini.

Gerbang yang bernama San-mon atau Niou-mon (Dokumentasi Pribadi)
Gerbang yang bernama San-mon atau Niou-mon (Dokumentasi Pribadi)
Setelah melewati gerbang, di sebelah kiri terlihat bangunan yang bernama shou-rou, dan didalamnya tergantung lonceng yang dalam Bahasa Jepang disebut bonshou. Saya tidak tahu pasti apakah loncengnya masih dibunyikan untuk menandakan waktu, karena selama saya disana tidak terdengar bunyi lonceng ini.

Bangunan yang bernama Shou-rou yang merupakan yang ditetapkan sebagai warisan peninggalan budaya oleh pemda Tokyo (Dokumentasi Pribadi)
Bangunan yang bernama Shou-rou yang merupakan yang ditetapkan sebagai warisan peninggalan budaya oleh pemda Tokyo (Dokumentasi Pribadi)
Jika kita terus berjalan, maka disebelah kanan kita bisa melihat bangunan utama yang disebut Hon-dou. Di dalamnya orang Jepang bisa berdoa dan juga terkadang ada perayaan pada hari keagamaan. Disini ada patung Buddha besar yang bernama syaka-nyourai-zazou.

Bangunan utama (Hon-dou) di area Kuil (Dokumentasi Pribadi)
Bangunan utama (Hon-dou) di area Kuil (Dokumentasi Pribadi)
Bangunan utama (hon-dou) tampak dari depan (Dokumentasi Pribadi)
Bangunan utama (hon-dou) tampak dari depan (Dokumentasi Pribadi)
Di dekat Hon-dou kita bisa melihat pohon Ichou (Ginkgo biloba) besar yang telah ditetapkan sebagai warisan kekayaan alam. Usia pohon ini kira-kira 300 tahun lebih! 

Memang jika kita melihat batang pohon yang besar dengan banyak ranting, maka kita juga bisa merasakan bahwa pohon ini sudah "melihat" dan menjadi "saksi" atas banyak kejadian dan sejarah yang terjadi di sekelilingnya selama ratusan tahun. 

Saya juga membayangkan rimbunnya daun pohon ini saat musim semi, dengan daun-daun hijau yang tumbuh dirantingnya bergerak ditiup angin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun