”Saya juga merasa lepas dan senang ketika berdiskusi dengan anak. Dan mengetahui bahwa anak juga dapat diajak berkomunikasi dua arah, ga hanya satu arah. Dan dimasa yang akan datang anak pasti akan mengingat waktu yang dihabiskan bersama kedua orang tuanya”
Selain yang telah disebutkan oleh Candra, masih banyak lagi manfaat yang di dapat melalui pembiasaan diskusi dengan keluarga ini. Salah satunya adalah meningkatkan skill kognitif anak, anak akan dapat mengikuti kegiatan pembelajarn di sekolah apabila skill ini telah di terapkan sejak dini. Anak juga akan dengan mudah dalam menemukan solusi dan memecahkan permasalahan yang ia hadapi karena terbiasa berpikir kritis.
Anak juga akan belajar cara menentukan sebuah keputusan dan belajar bertanggung jawab akan hal itu. Pemikiran yang terbuka dan objektif dalam memandang sesuatu juga akan tertanam di dalam pola pikir anak. Dari kegiatan diskusi orang tua juga akan mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak.
Banyak sekali bukan manfaat yang akan diperoleh melalui pembiasaan ini?
Lakukanlah kegiatan diskusi ini di waktu senggang keluarga anda. Tidak perlu bingung untuk memulai diskusi, karena begitu banyak topik yang dapat dijadikan sebagai bahan pembicaraan saat diskusi, mulai dari membedah buku hingga membahas mengenai hal-hal ringan yang terjadi di sekitar kita.
Contohnya saja seperti, “Apakah ada baiknya diterapkan lockdown kembali atau tidak?”. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam perspektif yang diambil dari sudut pandang berbeda dari pola pikir anak dan orang tua.
Sumber:
Rianto, M. (2006). Pendekatan Strategi, dan Metode Pembelajaran. Departemen Pendidikan Nasional.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H