[caption caption="Lagi ditemukan kompasiana palsu"][/caption]Catut- mencatut kembali terjadi, melibatkan nama Kompasiana lagi, rasanya belum reda hawa Kompasiana Palsu Kemarin Sekarang hantu si palsu bergentayangan lagi. Begitu 'menggemaskan'.
Kembali ditemukan Kompasiana palsu. Ini berbeda dengan yang  kemarin atau yang sebelumnya, kali ini sebuah website menamakan dirinya Kompasiana XYZ mencatut nama Kompasiana dengan isi konten seperti dalam capture ini.
[caption caption="Palsu juga gemes"]
Kali ini lebih mudah mengenalinya sebagai Kompasiana palsu karena tampilan website tersebut yang sama sekali berbeda dengan Kompasiana yang kita pakai buat nulis. Tampilan Kompasiana palsu yang ini berwarna hitam dengan tab TC yang tak bisa diakses dan isi artikel yang cendrung menyerempet SARA, juga menyebarkan kebencian seperti dalam capture ini.
[caption caption="Palsu"]
Â
Miris dan menggemaskan melihat nama Kompasiana dicatut untuk hal-hal seperti itu. Heran, apa sih yang dicari? Siapkah si pemalsu berhadapan dengan hukum jika diperlukan, mikir gak mereka sampai ke sana?
Lebih dari itu, ada satu hal yang tidak diketahui para pengelola website palsu tersebut: kreativitas dan ide itu mahal. Kompasiana bisa seperti sekarang ini dengan jalan yang tidak instan. Di era digital kreatif seperti sekarang, kalau mau naik ya usaha. Bukan saatnya lagi mencatut nama demi ketenaran yang sementara. Malu!
Ya sudah gitu saja.
Silahkan dipantau ini website palsunya
Kasus Sebelumnya (1)