Mohon tunggu...
syarifrhasibuan
syarifrhasibuan Mohon Tunggu... Lainnya - Peneliti

Peneliti Kesehatan Masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Healthy

FKM Universitas Indonesia Bersinergi dengan Kampung Sehat Bebas Anemia Kota Depok untuk Cegah Stunting dengan Celengan Tablet Tambah Darah

9 Desember 2024   14:20 Diperbarui: 17 Desember 2024   15:14 63
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Depok, 2024 – Anemia pada remaja putri merupakan tantangan kesehatan yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas di masa depan. Untuk mengatasinya, tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di bawah pimpinan Prof. Ede Surya Darmawan bersinergi dengan program Kampung Sehat Bebas Anemia (SAE) yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Program kolaboratif ini dilaksanakan di Pondok Pesantren At Taqwa, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD di kalangan santriwati, sebagai langkah awal mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.  

“Pengabdian masyarakat ini adalah intervensi yang dirancang untuk mencegah anemia sejak dini pada remaja putri sebagai calon generasi masa depan. Dengan mendorong mereka rutin mengonsumsi tablet tambah darah, kita membantu menjaga kesehatan yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan mereka,” ujar Prof. Ede Surya Darmawan, pemimpin program.  Program yang mengadopsi pendekatan berbasis komunitas ini dimulai dengan pelatihan duta bebas anemia. Para duta dilatih untuk menjadi agen perubahan yang aktif memberikan edukasi kepada teman-temannya. Selain itu, tim pengmas juga melaksanakan edukasi interaktif kepada 71 santriwati melalui ceramah, games, dan kuis. Untuk mendorong kepatuhan, santriwati diberi Celengan Tablet Tambah Darah (TTD) Rematri untuk mengumpulkan kemasan kosong TTD setelah diminum bersama, serta log book untuk mencatat pola makan mereka sesuai pedoman “Isi Piringku.”  

Kolaborasi FKM UI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pesantren At Taqwa dan Duta Sehat Bebas Anemia
Kolaborasi FKM UI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pesantren At Taqwa dan Duta Sehat Bebas Anemia
Mudir Pesantren At Taqwa, Dr. Adriansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan pesantren. “Untuk mencapai Indonesia emas, remaja putri tidak boleh lemas karena anemia. Di pesantren, sudah dikuatkan jiwanya, maka raganya juga harus kuat dengan edukasi gizi, pola makan sesuai ‘Isi Piringku,’ dan konsumsi rutin tablet tambah darah,” tegasnya.  


Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kota Depok dan UPTD Puskesmas setempat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Zakiah atau yang akrab dipanggil dr. Kiki, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dalam program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kesehatan remaja putri. “Kegiatan dimulai dari senam bersama untuk membangun semangat, dilanjutkan dengan edukasi gizi yang relevan, kemudian minum tablet tambah darah bersama dan memasukkan kemasannya ke dalam celengan, serta diakhiri dengan skrining kesehatan. Ini adalah pendekatan komprehensif untuk memastikan kesehatan remaja putri terjaga dengan baik,” jelas dr. Kiki.  

Diharapkan, program Celengan TTD Rematri dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD hingga 100% dalam satu bulan dan memperbaiki pola makan remaja putri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan anemia pada remaja putri di pesantren, yang diharapkan menjadi model bagi komunitas serupa di wilayah lain.  

Celengan Tablet Tambah Darah
Celengan Tablet Tambah Darah
Prof. Ede Surya Darmawan berharap program ini dapat berlanjut dan diperluas ke lokasi lain, sehingga lebih banyak remaja putri yang terjangkau. “Dengan pemantauan secara kohort, kita dapat mengetahui status kesehatan remaja putri dari waktu ke waktu. Hal ini penting untuk memastikan dampak program berlangsung jangka panjang, sekaligus memberikan data akurat untuk pengambilan kebijakan di masa depan,” tutup Prof. Ede.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun