Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun - mantan wartawan - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 47 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Penasihat Forum TBM Kab. Bogor, Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Renungan Hari Lahir Pancasila, Hai Bangsa Harap Tenang

1 Juni 2021   09:42 Diperbarui: 1 Juni 2021   10:09 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tenang itu soal sikap. Tenang pun tidak ada hubungan dengan menang atau kalah. Siapa yang bilang orang yang berisik itu menang. Siapa pula yang katakan orang tenang itu kalah. Masih ingatkah kita? Tentang kisah Perang Bubat. Patih Gajah Mada itu menang. Tapi pasca kemenangan itu, Gajah Mada malah jadi orang yang terkucil. Hayam Wuruk pun ditinggal oleh Puteri Sunda Dyah Pitaloka, yang ternyata sangat dia cintai dan kagumi. Sejak itu, kerajaan Majapahit justru makin hancur bahkan runtuh. Ini bukti, bahwa kemenangan tidak selalu bikin orang hebat dan bahagia.

Hai bangsa Indonesia. Harap tenang. Karena hidup bukan soal menang kalah. Apalagi membenci atau tidak membenci. Hidup itu "wadah" agar siapa pun bisa lebih bertanggung jawab dan mampu bertahan dalam segala kondisi. Selalu ikhtiar baik dalam segala keadaan, suka atau tidak suka. Memang sangat manusiawi punya sikap benci atau marah itu manusiawi. Tapi di saat yang sama, sikap tenang dan mau menerima realitas juga perlu. Maka, tenanglah.

Mungkin ada baiknya. Pancasila sebagai ideologi dan nilai-nilai lihur bangsa Indonesia. Patut dijunjung tinggi. Setidaknya untuk bisa bersikap lebih tenang. Tenang dalam pikiran, sikap, dan tindakan. Tidak perlu gadu, berisik apalahi gerabak-gerubuk.

Kenapa? Karena sejatinya, semua yang terjadi sudah dalam scenario-Nya. Dan Allah SWT sudah tahu kok "siapa kita sebenanarnya". Tenang itu memang tidak cukup ditulis dengan kata-kata. Tapi harus bisa dirasakan dan dilakukan. Oleh siapapun.

Tenang. Agar kita tidak lupa. Bahwa semua yang ada di dunia ini hanya titipan dan "hanya sandiwara" belaka. Hingga cerita sandiwara itu pun menunggu waktu akan berakhir. Hai bangsa Indonesia, harap tenang. Salam literasi. #HariLahirPancasila #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun