Lihatlah foto di atas, tampak Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun memasuki liang lahat dalam prosesi pemakaman Hj Sudjiatmi Notomihardjo, ibu yang melahirkan dan membesarkannya.
Dalam foto itu, Jokowi seakan menunjukan bakti seorang anak untuk yang terakhir kalinya pada sosok ibu yang selama  9 bulan mengandung dirinya.
Mungkin, Anda menganggap hal itu biasa-biasa saja, atau wajar-wajar saja karena Jokowi adalah anak pertama, atau laki-laki satu-satunya, sehingga bukan hal yang istimewa ketika Jokowi ikut masuk ke liang lahat untuk ikut menguburkan ibu kandungnya.
Namun, jika yang Anda lihat di atas adalah sosok orang nomor satu di negeri ini, tentu saja Anda punya penilaian yang juga akan berbeda. Toh, bisa saja sebagai Presiden, Jokowi tak perlu ikut turun ke liang lahat. Semua bisa diwakilkan orang lain.Â
Tapi, itulah yang terjadi, dan bagi Jokowi hal itu sepertinya sudah biasa. Itulah sedikit bukti begitu berbaktinya Jokowi pada sang ibu.
Dari foto di atas, kita akhirnya disadarkan bahwa apa yang diraih Jokowi saat ini, menjadi orang nomor satu di negara berpenduk lebih dari 265 juta jiwa ini, tak bisa begitu saja dilepaskan dari baktinya pada sang ibu.
Apa yang Jokowi lakukan di acara pemakaman itu, semuanya bisa Anda saksikan. Namun, apa yang telah dilakukan Jokowi pada ibunya  sebelum dirinya menjadi seperti sekarang ini, Anda tak bisa melihatnya. Anda hanya mengetahui  dari cerita-cerita orang, atau mungkin dari buku autobiografinya, itupun jika ada.
Mungkin, Anda pernah mendengar kisah di masa Rasulullah Muhammad SAW, 14 abad silam. Ada sosok Uwais Al Qarni, manusia yang tidak dikenal oleh penduduk bumi, namun namanya begitu harum  di telinga penduduk langit. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Itulah bukti bahwa bakti terhadap orangtua (khususnya ibu) bisa membuat Allah SWT mengangkat derajat kita setinggi-tingginya. Dan, Uwais Al Qarni adalah orang begitu besar baktinya kepada ibu yang melahirkannya, dan itulah contoh teladan bagi kita saat ini.
Memang, terlalu berlebihan jika penulis menyamakan Jokowi dengan kisah Uwais Al Qarni. Namun, tentu saja kita semua sepakat bahwa tanpa doa orangtua, Jokowi tak mungkin bisa seperti saat ini. Itulah kekuatan doa orangtua.

Artinya:
Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata, Rosulullah Saw. bersabda: "Keridhoan Allah itu di dalam keridhoan orang tua dan kemarahan Allah itu di dalam kemarahan kedua orang tua." (HR. al-Tirmidzi).
Dari hadis Nabi di atas, kita dituntut untuk berbakti kepada kedua orangtua, dan itu adalah kewajiban kita sebagai anak. Jangan sekali-kali kita menyakiti hati kedua orangtua kita, karena balasannya bisa saja langsung kita terima dengan segera di dunia. Cerita rakyat 'Malin Kundang' mengajarkan kita.
Karena itu, ketika kedua orangtua kita masih ada, ambilah kesempatan untuk berbakti sebanyak-banyaknya. Setidaknya, jika kita belum bisa membahagiakan keduanya, jangan coba sekali saja kita menyakiti hatinya.
Dari foto Jokowi di atas, kita bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya, bahwa kesuksesan Jokowi saat ini, adalah buah dari doa yang selalu dipanjatkan kedua orangtuanya, dan tentu saja bakti Jokowi pada kedua orangtuanya.Â
Salam dan terima kasih.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI