Bahkan, untuk hal yang paling sulit dan mustahil sekalipun dilakukan Eyang Habibie, yaitu referendum bagi rakyat Timor Timur.Â
Tak bisa dipungkiri, keluarnya Timtim dari Negara Kesatuan Republik Indonesia memang membuat kecewa seisi negeri.
Namun, kemudian baru dirasakan bahwa mempertahankan Timtim tidak lebih mudah dari mempertahankan Papua.Â
Karena catatan sejarah menunjukkan, sejak awal Papua sudah merupakan bagian dari Hindia Belanda sehingga tak terpisahkan dari NKRI saat ini.Â
Berbeda dengan Timtim yang merupakan wilayah bekas jajahan Portugis, sehingga amat mustahil bila dipaksakan terus bersatu.
Kebebasan dalam pendirian partai politik pun dibuka lebar-lebar, hal yang selama kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan sesuatu yang amat mustahil untuk dilakukan.
Meskipun hanya menjabat sekira 1,5 tahun, Eyang Habibie sudah banyak mengeluarkan kebijakan penting, yang tanpa kita sadari semuanya merupakan hal-hal mendasar yang akan membuat Indonesia lebih maju, lebih demokratis.Â
Karena itu, apa yang diucapkan Eyang Habibie  di atas, bukan hanya sekadar kata-kata tanpa makna, tapi juga dibuktikan dalam perjalanan hidupnya! Selamat jalan Eyang!Â
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan Eyang, serta membalas segala amal ibadah Eyang Habibie selama hidup di dunia ini. Amien.
Salam dan terima kasih!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H