Mohon tunggu...
Alkhan
Alkhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis pemula yang mencoba lebih baik

Dengan menulis, wawasan bertambah luas. Dengan membaca, yang sudah luas semakin bertambah luas.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Serunya Hari Pertama Sekolah

14 Juli 2024   09:58 Diperbarui: 14 Juli 2024   09:58 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Pagi itu, matahari bersinar cerah, seolah ikut merayakan hari pertama sekolah. Dito, bocah berusia 7 tahun, tampak bersemangat dengan seragam barunya yang masih wangi dari toko. Ibu Dito, Bu Rini, sibuk menyiapkan sarapan sambil mengingatkan Dito untuk tidak lupa membawa buku-bukunya.

"Dito, kamu jangan lupa bawa buku tulis, ya!" seru Bu Rini dari dapur.

"Iya, Bu! Tapi di mana, ya, buku tulisnya?" jawab Dito yang sibuk mencari di bawah tempat tidur.

"Di atas meja belajar, Nak. Sudah Ibu siapkan semuanya," Bu Rini menghela napas sambil tersenyum.

Dengan semangat 45, Dito akhirnya menemukan buku tulisnya dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah sarapan, Bu Rini mengantar Dito ke sekolah dengan sepeda motor. Sepanjang perjalanan, Dito tak henti-hentinya bertanya tentang apa yang akan dia lakukan di sekolah nanti.

Begitu tiba di sekolah, Dito langsung terpesona melihat gerbang sekolah yang besar dan megah. Di halaman sekolah, banyak anak-anak lain yang juga terlihat bersemangat namun sedikit canggung. Dito segera bertemu dengan teman barunya, Beni, yang juga baru pertama kali masuk sekolah.

"Hei, aku Dito! Kamu siapa?" tanya Dito dengan senyum lebar.

"Aku Beni. Kamu siap belajar, Dito?" jawab Beni sambil mengeluarkan bekal dari tasnya.

"Iya, tapi aku agak gugup. Kita duduk bareng, ya?" Dito merasa sedikit lega menemukan teman baru.

Bel masuk berbunyi, dan semua anak-anak masuk ke kelas masing-masing. Di kelas 1A, Bu Guru Ani sudah menunggu dengan senyum ramah. Dito dan Beni duduk di barisan tengah, berusaha mendengarkan dengan saksama.

"Selamat pagi, anak-anak! Nama Ibu Ani. Hari ini kita akan belajar mengenal satu sama lain dan membuat lingkaran perkenalan," kata Bu Ani.

Semua anak diperkenalkan satu per satu. Ketika giliran Dito, dia berdiri dengan penuh percaya diri. "Nama aku Dito. Aku suka bermain sepak bola dan makan es krim!"

Semua teman sekelas tertawa dan bertepuk tangan. Namun, kegembiraan Dito berubah menjadi kejutan ketika Bu Ani berkata, "Baiklah, Dito. Sekarang kita akan bermain game mengenal kelas. Semua anak, ambil kertas di bawah bangku kalian."

Dito dengan cepat merogoh bawah bangkunya dan menarik kertas. Tapi yang dia dapatkan bukan kertas, melainkan... sebuah sendal jepit!

"Hah? Sendal jepit? Ini kertasnya di mana, Bu?" tanya Dito dengan wajah bingung.

Bu Ani tertawa kecil. "Sepertinya kamu menemukan sendal jepit yang hilang. Tapi kertasmu ada di dalam laci meja, Dito."

Dito membuka laci mejanya dan menemukan kertas yang dimaksud. Teman-teman sekelasnya kembali tertawa, dan Dito pun ikut tertawa malu.

Setelah game selesai, waktu istirahat pun tiba. Dito dan Beni berlari ke kantin dengan semangat. Mereka membeli jajanan favorit dan duduk di bawah pohon besar sambil makan bersama. Saat sedang asyik makan, tiba-tiba seekor kucing kecil datang mendekat dan mencuri sepotong gorengan dari tangan Dito.

"Hei, itu gorenganku!" seru Dito kaget, tapi kucing itu sudah berlari cepat.

Beni tertawa terbahak-bahak. "Kucing juga suka gorengan, Dito!"

Hari pertama sekolah Dito diwarnai dengan kejutan dan tawa. Meski ada momen kocak yang tak terduga, Dito merasa sangat senang bisa bertemu teman-teman baru dan mengalami petualangan seru di sekolah.

Namun, plot twist terjadi saat Dito pulang ke rumah. Ketika Dito menceritakan tentang hari pertamanya yang seru kepada Bu Rini, ibunya tiba-tiba teringat sesuatu. "Dito, tadi pagi Ibu lupa memberitahumu bahwa kita dapat undangan dari sekolahmu. Ternyata hari ini sekolahmu pindah ke gedung baru!"

Dito terbelalak. "Apa? Jadi... aku salah masuk sekolah?!"

Bu Rini tertawa terbahak-bahak. "Iya, Dito. Tapi sepertinya kamu malah menikmati hari pertamamu di sekolah yang salah itu!"

Dito tersenyum malu. "Ya, Bu. Hari pertama yang tak terduga, tapi seru!"

Hari itu pun menjadi cerita lucu yang selalu dikenang Dito dan keluarganya sebagai hari pertama sekolah yang benar-benar tak terlupakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun