Mohon tunggu...
Syahrial
Syahrial Mohon Tunggu... Guru - Guru Madya

Belajar dari menulis

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Edukasi Keuangan untuk Anak-Anak melalui Pendekatan Kognitif

8 April 2023   14:55 Diperbarui: 8 April 2023   15:01 228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi edukasi finansial. Sumber foto: stock foto Canva 

"Uang bukanlah segalanya, tapi belajar mengelolanya dengan bijaksana bisa memberikan kebahagiaan sejati"

Mengelola uang memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, apalagi bagi mereka yang baru mulai bekerja dan menerima gaji pertama. Namun, dengan bantuan dari orang tua dan cara-cara yang tepat, mengatur keuangan sejak dini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak tersebut.

Psikolog perkembangan anak, remaja, dan pendidikan T. Novi Poespita Candra, menyarankan orang tua untuk mendampingi dan mengajarkan anak-anak mereka tentang pengelolaan keuangan sejak dini. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan anak-anak tentang pengelolaan uang mereka. Orang tua bisa memberikan contoh nyata dan diskusi mengenai pentingnya mengelola uang dengan baik dan bijak.

Menurut Novi, pendekatan kognitif bisa digunakan untuk menumbuhkan pemahaman pada anak-anak mengenai pentingnya mengelola uang. Dengan melakukan diskusi, anak-anak bisa lebih memahami mengenai pengelolaan uang, manfaatnya, dan bagaimana cara yang tepat untuk melakukannya. Orang tua bisa memberi tahu anak-anak bahwa uang bukan hanya digunakan sebagai alat transaksi, tapi juga bisa ditabung dan diputar kembali untuk keperluan lainnya.

Selain itu, orang tua juga bisa mengajarkan anak-anak untuk mencatat pengeluaran mereka, termasuk penggunaan uang yang mereka dapat. Dengan mencatat pengeluaran, anak-anak bisa lebih memahami berapa uang yang mereka habiskan setiap bulannya, serta dapat memperkirakan berapa uang yang bisa disisihkan untuk ditabung atau digunakan untuk keperluan lainnya.

Cara lain yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah memberikan contoh nyata sejak anak-anak masih kecil. Menurut Novi, anak-anak perlu melihat contoh-contoh nyata terkait pengelolaan uang dan pemanfaatan uang secara bijaksana. Dengan melihat contoh yang baik, anak-anak bisa lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tentang pengelolaan uang yang baik dan bijak.

Orang tua juga bisa memberikan pengalaman praktis kepada anak-anak tentang pengelolaan uang. Misalnya dengan memberikan uang saku dan memberi tahu anak-anak untuk mengelolanya sendiri. Dengan demikian, anak-anak bisa belajar tentang cara mengatur uang mereka sendiri, termasuk cara menabung dan membeli keperluan yang diperlukan.

Namun, selain mendapatkan pengarahan dari orang tua, anak-anak juga perlu belajar tentang pengelolaan keuangan dari sumber-sumber lainnya, seperti buku, media sosial, atau kursus online. Anak-anak bisa mencari informasi tentang pengelolaan keuangan dari sumber-sumber tersebut untuk melengkapi pemahaman mereka.

Dalam mengelola uang, tidak hanya penting untuk menabung dan mengatur pengeluaran, tapi juga penting untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas. Anak-anak bisa diajarkan untuk membuat rencana keuangan yang mencakup tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan membuat rencana keuangan yang terarah, anak akan lebih mudah memantau pengeluaran mereka dan memastikan bahwa mereka tidak berbelanja secara berlebihan. Selain itu, rencana keuangan juga membantu anak untuk mencapai tujuan keuangan mereka secara bertahap.

Namun, tidak semua orang tua memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk mengajari anak mereka mengelola uang dengan baik. Oleh karena itu, ada beberapa lembaga yang dapat membantu memberikan edukasi keuangan kepada anak-anak, seperti lembaga keuangan dan juga sekolah.

Menurut laporan dari Bank Indonesia, pada tahun 2019 terdapat sekitar 30,2 juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan edukasi keuangan. Oleh karena itu, Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, termasuk memberikan edukasi keuangan sejak dini melalui program sekolah dan juga program pendidikan melalui media sosial.

Selain itu, lembaga keuangan seperti Bank Mandiri juga memiliki program edukasi keuangan untuk anak-anak dan remaja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai pengelolaan uang. Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk memahami pentingnya mengelola uang sejak dini dan mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi yang lebih mandiri dan bijaksana dalam mengelola keuangan.

Namun, upaya meningkatkan literasi keuangan sejak dini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga keuangan saja. Orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi keuangan kepada anak-anak mereka. Dengan memberikan pendidikan mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, diharapkan anak-anak dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik.

Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, dibutuhkan upaya yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, sekolah, dan juga orang tua. Dengan meningkatkan literasi keuangan sejak dini, diharapkan anak-anak dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan yang lebih baik dan menjadi generasi yang lebih mandiri dan bijaksana dalam menge

lola keuangan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun