Temannya teman Saya, suka sekali komen tentang makanan. "Ini kalau ditambah garam sedikit lagi, pasti pas," katanya sewaktu kami mampir di sebuah restoran. Bukan melulu soal rasa, terkadang ia juga komen tentang cara penyajiannya yang kurang estetik menurutnya."
Sambil bercanda, Saya bilang, kamu ini cocoknya jadi master chef, karena jago dalam ahli rasa dan selera. Disamping itu suka hunting hal-hal baru di bidang kuliner.
"Iya, itu cita-cita dari dulu."
Lalu?
"Kata teman-teman di kantor, jadi master chef itu sulit, selera orang khan beda-beda. Jadinya ya mending kayak gini. Nyobain makanan, dikomen, seolah-olah aku chef nya."
Banyak orang yang sebenarnya ingin jadi pengusaha, tapi tidak pernah ngumpul dengan para pengusaha, akhirnya lamaaaaa banget mikirnya, lamaaaaa banget mulainya.
Ngumpul dengan para pengusaha, pasti beda rasanya. Beda energinya.
Pengusaha bilangnya 'ini tantangan', namun bagi yang pesimis akan mengatakan, 'ini adalah masalah'.
Pengusaha bilangnya 'ini proses', namun bagi yang pesimis akan mengatakan, 'Saya telah gagal'.
Pengusaha bilangnya 'apa yang bisa Saya lakukan', namun bagi yang pesimis akan mengatakan, 'apa yang bisa saya fikirkan'
Saran Saya, jika memang benar mau jadi pengusaha, bergabunglah di komunitas-komunitas pengusaha, pilih yang legal dan punya kapabilitas dan yang sudah teruji melahirkan banyak pengusaha.Â
Berkumpullah dengan para pengusaha. Kita akan diajarkan untuk action, bukan sekadar berani bermimpi. Kita akan diajarkan sikap optimis, tidak mudah mengeluh. Ujung-ujungnya anda akan segera BERANI MEMULAI. Syukur-syukur ada mentornya sehingga bisa terarah ketujuan.
Semoga teman-teman tidak hanya sekadar ingin, tapi beranilah ACTION.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI