Manusia Indonesia (sekarang dan akan datang-red) harus mulai sadar bahwa lingkungan dengan segala isinya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang akan diwariskan untuk anak cucu pada masa yang akan datang, maka harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
Kesadaran akan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan tidak akan terwujud tanpa adanya keteladanan. Diperlukan contoh nyata dalam upaya memupuk semangat cinta dan peduli kepada lingkungan dari segenap elemen bangsa.Â
Dalam upaya ini, maka agen-agen sosialisasi yang terdiri dari keluarga, teman sebaya, sekolah, media massa serta lingkungan sekitar tempat tinggal harus mampu memberikan penyadaran dan keteladanan akan pentingnya rasa cinta dan sikap peduli lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia nantinya.
Keluarga merupakan sekolah yang pertama dan utama bagi tumbuh kembangnya anak. Jika keluarga mampu memberikan keteladanan akan kecintaan dan sikap kepedulian terhadap lingkungan, maka secara otomatis anak akan meniru dan memiliki sikap cinta dan rasa peduli terhadap lingkungan.Â
Ketika anak bertemu dengan teman sebaya dalam lingkungan sekitar tempat tinggal, maka peran orangtua sebagai filter harus sangat dominan. Jangan sampai sikap dan perilaku cinta dan peduli lingkungan yang telah diterima dan dianut anak menjadi rusak karena salah memilih teman sebaya serta lingkungan sekitar tempat.Â
Selain keluarga, peran media massa sangat signifikan dalam memengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan akan sulit tumbuh manakala tayangan dimedia massa tidak mendukung tumbuhnya semangat cinta dan peduli terhadap lingkungan.
Sekolah sebagai Media Semai Rasa Cinta dan Sikap Peduli terhadap Lingkungan
Sekolah sebagai salah satu pilar penting yang menjadi tiang penyangga sistem sosial dalam suatu tatanan kehidupan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita kolektif hendaknya dimaknai sebagai sebuah strategi kebudayaan.Â
Sebagai strategi kebudayaan dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan maka harus dipahami sebagai langkah untuk mempersiapkan dan mencetak generasi penerus bangsa melalui pendidikan dan pengajaran nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat.Â
Nilai dan norma yang diwariskan dan diajarkan harus berhubungan dengan lingkungan seperti menanamkan nilai dan norma kebersihan, keindahan, dan ketertiban dalam mengelola lingkungan.Â
Nilai dan norma ini disosialisasikan, diinternalisasikan serta dienkulturasikan kepada siswa setiap hari melalui pendidikan dan pengajaran serta berbagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, sehingga dalam diri siswa mendarah daging nilai dan norma akan kecintaan dan kepedulian pada lingkungan.