Sel darah merah
7 - 8 mikrometer diameter
Sel tumbuhan
10 - 100 mikrometer
Dari tabel di atas, terlihat bahwa ukuran nano jauh lebih kecil daripada ukuran sel-sel biologi.
Contoh perbandingan:
- Satu virus berukuran sekitar 100 kali lebih besar daripada satu nanopartikel.
- Satu sel bakteri berukuran sekitar 10.000 kali lebih besar daripada satu nanopartikel.
- Satu sel darah merah berukuran sekitar 1.000.000 kali lebih besar daripada satu nanopartikel.
Perbedaan ukuran yang sangat besar ini, memungkinkan nanopartikel berinteraksi dengan sel-sel biologi yang berukuran lebih besar, dengan cara-cara unik. Misalnya, nanopartikel digunakan untuk mengirimkan partikel-partikel obat ke dalam sel, untuk menargetkan sel kanker, atau mendeteksi penyakit.
Contoh Penerapan Nanoteknologi
Berikut adalah beberapa contoh penerapan nanoteknologi yang sudah ada saat ini:
- Sunscreen (Tabir Surya): Banyak sunscreen yang mengandung nanopartikel titanium dioksida atau seng oksida. Nanopartikel ini dapat melindungi kulit dari sinar UV dengan lebih efektif daripada sunscreen tradisional.
- Peralatan medis: Nanoteknologi digunakan dalam berbagai peralatan medis, seperti: implan, kateter, dan biosensor.
- Pakaian anti air: Pakaian anti air sering dilapisi dengan nanopartikel yang membuat air menetes dari permukaan kain.
- Ban mobil: Beberapa ban mobil mengandung nanopartikel silika yang dapat meningkatkan performa dan ketahanan ban.
- Kosmetik: Beberapa kosmetik mengandung nanopartikel yang dapat memberikan efek yang lebih tahan lama dan lebih merata pada kulit.
Dampak Nanoteknologi
Nanoteknologi memiliki potensi untuk membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Seperti hal berbagai teknologi baru lain, nanoteknologi juga memendam potensi risiko. Beberapa contoh risiko terkait dengan nanoteknologi antara lain:
- Toksisitas: Beberapa nanopartikel dapat beracun bagi manusia dan hewan.
- Dampak lingkungan: Nanopartikel dapat mencemari lingkungan dan berdampak negatif pada ekosistem.
- Etika: Penggunaan nanoteknologi dapat menimbulkan masalah etika, seperti potensi penyalahgunaan nanoteknologi untuk tujuan militer atau terorisme.
Milestone Teknologi Nano: Dari Penemuan Hingga Penerapan Massal
Awal Mula:
- 1959: Richard Feynman menyampaikan pidatonya yang terkenal, "There's Plenty of Room at the Bottom," yang memicu minat pada manipulasi materi pada skala atomik.
- 1970-an: Penemuan mikroskop tunneling scanning (STM) dan mikroskop gaya atom (AFM) memungkinkan para ilmuwan untuk melihat dan memanipulasi materi pada skala nano untuk pertama kalinya.
Perkembangan Kunci:
- 1980-an: Fullerenes, allotrop karbon berbentuk bola, ditemukan dan membuka jalan bagi penelitian tentang nanostruktur lainnya.
- 1990-an: Konsep nanoteknologi mulai populer dan penelitian di bidang ini meningkat pesat.
- 2000-an: Penemuan graphene, lembaran karbon dua dimensi, memicu minat besar pada elektronik nano dan material nano.