Oleh: Suyito Basuki
Diberitakan bahwa Kamis 6/6/ 2024 yang baru lalu, empat orang dari Jakarta dihajar babak belur oleh sekelompok orang di Kecamatan Sukolilo Pati, Jawa tengah. Â Dalam tindak kekerasan itu, BH (52) tewas sedang tiga orang lainnya: SH (28), KH (54), dan AS (37) menderita luka parah. (https://www.kompas.id/baca/riset/2024/06/13/tragedi-bos-rental-mobil-dan-gunung-es-penadahan-curanmor-di-pati-jawa-tengah)
Gerak respon kemudian dilakukan oleh pihak kepolisian. Â Berita hari ini 14/6 beberapa personil gabungan Polres Pati dan Polda Jateng menyisir wilayah Sukolilo ini. Â Hasilnya sementara ditemukan 33 sepeda motor dan 6 mobil yang tidak memiliki kelengkapan surat. Â Oleh karena itu, kendaraan-kendaraan tersebut dibawa ke Polda untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan baik Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Â maupun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)-nya.
Dalam hal ini polisi tengah mengejar pelaku pengeroyokan BH bos rental itu. Â Polisi berharap para pelaku dapat menyerahkan diri. Keberadaan daerah Sukolilo yang diinformasikan sebagai sarang penadah motor gelap sedang didalami oleh kepolisian. (https://www.kompas.tv/regional/515247/sukolilo-pati-dituding-jadi-sarang-penadah-polisi-sita-33-motor-dan-6-mobil-bodong)
Razia polisi ini disebut dilakukan di kampung bandit. Â Ini menunjukan kampung tempat dimana ditemukannya kendaraan-kendaraan yang tanpa dilengkapi dengan surat-surat kendaraan tersebut tidak dalam keadaan baik-baik saja. (https://www.kompas.tv/regional/515241/buntut-bos-rental-tewas-dianiaya-polisi-sisir-3-kampung-bandit-di-pati-terkait-penggelapan-mobil)
Sukolilo sebuah Kecamatan
Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memiliki luas wilayah 1.489,19 km2 pada tahun 2017 disebut memiliki sebaran penduduk 862 jiwa/km2. Â Kabupaten Pati yang pada tahun 2017 memiliki penduduk 1.283.790 jiwa itu terdiri dari 21 kecamatan, 5 kelurahan, dan 401 desa.
Dengan demikian, Sukolilo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pati. Â Sebagai kecamatan, Sukolilo memiliki 16 desa. Â Desa-desa tersebut adalah Baleadi, Baturejo, Cengkalsewu, Gadudero, Kasiyan, Kedungmulyo, Kedungwinong, Kuwawur, Pakem, Porang Paring, Prawoto, Sukolilo, Sumbersoko, Tompegunung, Wegil dan Wotan. (https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Daftar_kecamatan_dan_kelurahan_di_Kabupaten_Pati)
Secara geografis wilayah Sukolilo terletak di sebelah selatan Kabupaten Grobogan, sebelah utara Kecamatan Kudus, sebelah timur Kecamatan Kayen, sebelah barat Kabupaten Kudus. Â Jika penduduk wilayah Sukolilo ini mau ke pusat kota Pati, harus menempuh perjalanan berkisar 27 Km.
Wilayah Kecamatan Sukolilo terdiri dataran tinggi, sehingga sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah petani ketela dan palawija. Â Namun selain itu ada yang bekerja di sektor niaga, industri rumah tangga dan jasa.
Jumlah penduduk di Kecamatan Sukolilo bersumber data monografi Kecamatan Sukolilo semester II tahun 2021 sebagaimana yang dikutip dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Sukolilo tahun 2021 sebanyak 92487 orang. (E:/Downloads/LKJIP_SUKOLILO_2021)
Sukolilo yang Saya Kenal
Pertama kali Sukolilo saya kenal sebagai daerah yang harus dilintasi manakala perjalanan menuju Blora. Â Perjalanan yang kami lakukan dari Jepara jika tidak ingin melewati jalur konvensional karena ancaman kemacetan di daerah Juwana dan Rembang, maka kami akan melewati Bulungcangkring Kudus kemudian melintasi daerah Sukolilo yang akhirnya akan tembus ke wilayah Grobogan.Â
Sebagaimana disebut di atas, daerah Sukolilo terletak di area perbukitan, maka kendaraan harus rela meliak-liuk di jalur perbukitan itu. Â Meski sedikit berbahaya, apalagi kalau perjalanan dilakukan di malam hari, tetapi lebih aman daripada kena macet di jalur pantura, Juwana dan Rembang sebagaimana disebut di atas.
Selain jalur Sukolilo, ada pilihan jalur alternatif lain jika kami akan bepergian ke Blora, yakni melalui daerah Undakan Kudus tembus ke Purwodadi kota atau lewat daerah perbukitan Pucakwangi Pati yang kemudian bisa sampai ke daerah Blora. Â Tentu saja jalan-jalan alternatif itu kualitasnya tidak sebagus jalur konvensional.
Kedua kalinya, Sukolilo saya kenal sebagai tempat para sinden wayang yang berkualitas. Â Beberapa kali menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk saya meminta tolong sinden wayang dari daerah Sukolilo Pati. Â Sinden wayang daerah Sukolilo khususnya maupun wilayah Kabupaten Pati pada umumnya terkenal sinden-sinden yang mahir dalam lagu-lagu kerawitan wayang klasik dan gending-gending tayub yang digemari masyarakat pantura.
Dalam audisi sinden yang dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diadakan di Aula SMAN 1 Pati beberapa waktu yang lalu, panitia berbesar hati karena terdapat 46 orang dari umum dan kebanyakan dari kalangan pelajar yang mengikuti audisi yang diberi tajuk Sinden Idol ini. (https://unnes.ac.id/inilah-hasil-audisi-sinden-idol-wilayah-pati/)
Dari audisi ini terpilih sinden terbaik 1 diraih Minarti, terbaik 2 oleh Sri Muryati. Â Keduanya dari kalangan umum. Â Catatan kecil saja, sinden Minarti pernah juga membantu pementasan wayang saya di daerah Jepara.Â
Adapun terbaik 3 diraih seorang siswa SMP Tayu Pati yang bernama Tamiya Riszia Riswari. Â Tamiya ini yang kemudian menjadi duta seni yang mewakili Jawa Tengah pada pementasan kesenian di Istana Negara beberapa waktu yang lalu. Â Sedikit catatan kecil juga, Tamiya ini pernah pula membantu pementasan wayang saya di daerah Pati dan Jepara pada awal-awal dia memulai debutnya.
Duh...Mengagetkan
Disebutnya daerah Sukolilo sebagai daerah penadah kendaraan curian sehingga kemudian dilakukan razia di daerah Sukolilo itu berikut kecamatan yang lain, Trangkil dan Tambakromo Pati, mengagetkan. Â Selama enam tahun hilir mudik Jepara -- Pati menjadi pengurus Badan Pekerja Sinode dan Badan Pertimbangan Sinode GITJ gereja kami, saya tidak mendengar berita yang tidak mengenakkan tentang daerah-daerah itu. Â Sebelumnya selama sekitar 3 tahun mengajar di Sekolah Tinggi Akademi Wiyata Wacana (STAKWW) pun saya juga tidak mendengar peristiwa kriminal yang begitu besar terblow-up seperti sekarang ini.Â
Tentu saja saya kaget, mungkin rekan-rekan yang tinggal di daerah Pati demikian juga.  Atau mereka sudah mahfum dengan rumor-rumor ini sebelumnya? Membaca berita di aplikasi twitter beragam pendapat tentang wilayah Sukolilo Pati, menanggapi peristiwa yang baru saja terjadi.  Seorang Nugi dengan akun @mdn97csp memberi cuitan: FYI daerah situ juga ada beberapa sorum motor/mobil bekas yang jual kendaraan tanpa surat-surat alias bodong, kebetulan mbahku juga orang sana jadi dapet info a1 perihal ini. Gara-gara kasus kemarin semuanya yang tidak tahu menahu juga jadi kena imbasnya. Seorang yang bernama KucingZee dengan akun @KucingZee lebih sarkastis cuitannya: Viral, Bukti Baru Sukolilo Pati jadi Sarang Maling dan Penadah.  Duh...
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI