Di Sebalik Srikandi-Bisma (Episode 18)
Oleh: Suyito Basuki
Â
Menuai Taburan
Ruang depan sebuah rumah sakit, senja hari, lampu temaram, angin kemarau terasa panas.  Bramastho dan teman-temannya melewati penjagaan satpam rumah sakit dengan alasan mau menengok pasien.  Dengan langkah-langkah mencurigakan dia mengamati ruangan demi ruangan.  Tidak selang lama, datang reserse-reserse polisi mencari buronan.  Satpam menunjuk ke suatu tempat.  Reserse pergi masuk ke dalam, diikuti para satpam.  Bramastho sampai ke ruangan Bagas.  Mereka memaksa masuk.  Joko yang menjaga  berusaha mencegah mereka.Â
Joko berteriak,"Hei, kalian mau apa? Â Bukankah kalian ini yang sepertinya menganiaya Bagas?"
"Jangan banyak omong, kami mau menemui Bagas. Â Ada perlu," Â Bramastho berusaha masuk.
Joko membuka lebar kedua tangannya,"Tidak bisa, Bagas lagi dalam kondisi sakit. Â Tidak boleh ditemui oleh sembarang orang."
"Tapi kami ada perlu dan ingin masuk menemui Bagas," Gembrot juga memaksa mau masuk.
Joko bersikukuh, merentangkan tangan dan kedua kakinya di tengah pintu,"Bagaimanapun tetap tidak bisa."